JAKARTA, BursaNusantara.com – PT Betonjaya Manunggal Tbk (BTON) melaporkan bahwa Direktur Jenny Tanujaya telah melakukan pengurangan kepemilikan sahamnya pada 12 Maret 2025 melalui pengalihan saham. Langkah ini berpengaruh terhadap struktur kepemilikan di perusahaan yang bergerak di industri baja tersebut.
Pengalihan Saham Oleh Jenny Tanujaya
Corporate Secretary BTON, Novi Tjahjaning Rahayu, dalam keterangan tertulisnya pada Jumat (14/3/2025) menyampaikan bahwa Jenny Tanujaya telah mengalihkan sebanyak 34.500.000 lembar saham. Namun, tidak dijelaskan secara rinci kepada siapa saham tersebut dihibahkan dan berapa nilai transaksinya.
“Tujuan dari transaksi ini adalah hibah dengan kepemilikan saham langsung,” ujar Novi.
Dengan adanya pengalihan ini, kepemilikan saham Jenny Tanujaya di BTON berkurang dari 69.000.000 lembar saham (9,58%) menjadi 34.500.000 lembar saham (4,79%). Saat ini, harga saham BTON berada di level Rp400 per lembar.
Transaksi Sebelumnya oleh Gwie Gunawan
Sebelumnya, perusahaan juga mencatat transaksi serupa yang dilakukan oleh pengendali BTON, Gwie Gunawan. Pada 23 Desember 2024, Gwie Gunawan mengalihkan kepemilikan sahamnya kepada anggota keluarganya melalui hibah.
Dalam keterangannya pada Kamis (6/2/2025), Novi Tjahjaning Rahayu menyebutkan bahwa sebanyak 575 juta lembar saham atau setara dengan 79,86% saham BTON telah dialihkan kepada anak dan istrinya. Rincian pengalihan saham tersebut adalah sebagai berikut:
- Gwie Gunadi Gunawan (Direktur Utama BTON): 258.750.000 lembar saham (35,94%)
- Gwie Gunato Gunawan (Komisaris Utama BTON): 258.750.000 lembar saham (35,94%)
- Gwie Ratna Djuwita Gunawan (Anak kandung Gwie Gunawan): 28.750.000 lembar saham (3,99%)
- Wong Ratnawati (Istri Gwie Gunawan): 28.750.000 lembar saham (3,99%)
Hibah saham ini memperlihatkan adanya upaya restrukturisasi kepemilikan di internal perusahaan. Dengan demikian, kepemilikan saham mayoritas tetap berada di tangan keluarga Gwie Gunawan.
Dampak terhadap BTON
Transaksi hibah saham yang dilakukan oleh para pemegang saham utama BTON menunjukkan adanya pergeseran struktur kepemilikan, namun tidak secara langsung memengaruhi operasional perusahaan. Meskipun terjadi perubahan pada kepemilikan individu, pengendalian utama BTON tetap berada dalam lingkup keluarga pemegang saham sebelumnya.
Dengan adanya dinamika kepemilikan ini, pelaku pasar akan terus mencermati bagaimana pengaruhnya terhadap kinerja saham BTON di bursa. Kepercayaan investor serta strategi perusahaan ke depan akan menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas harga sahamnya di pasar modal.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.












