Potongan Tarif Tol 20% Sambut Libur Sekolah, Mobilitas Nasional Didorong
JAKARTA, BursaNusantara.com – Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) kembali menggulirkan kebijakan potongan tarif tol sebesar 20% untuk merespons meningkatnya arus mobilitas saat liburan sekolah dan Tahun Baru Islam 1447 H.
Diskon tersebut berlaku selama tiga hari, mulai Jumat, 27 Juni hingga Minggu, 29 Juni 2025 di 33 ruas tol utama.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi nasional untuk mendukung kelancaran arus kendaraan serta menstimulus aktivitas ekonomi melalui sektor transportasi.
Strategi Diskon Tarif: Meringankan Beban dan Meningkatkan Pergerakan
Diskon tarif tol diberikan secara selektif pada pengguna jalan tol yang menempuh perjalanan langsung jarak jauh tanpa keluar di gerbang tol antara.
Waktu pemberlakuan potongan tarif berlaku penuh selama 24 jam per hari, yaitu mulai pukul 00.00 WIB hingga 24.00 WIB.
Menurut Sekretaris Jenderal Asosiasi Jalan Tol Indonesia (ATI), Kris Ade Sudiyono, pemberian diskon ini merupakan bentuk apresiasi terhadap pengguna jalan sekaligus respons atas meningkatnya peran jalan tol dalam mobilitas masyarakat.
“Jalan tol sudah menjadi infrastruktur utama, bukan lagi sekadar alternatif,” ungkap Kris.
Mobilitas Nasional Didorong Melalui Sinergi BUJT
Terdapat sembilan holding BUJT yang menyatakan kesiapannya menerapkan diskon serentak selama libur sekolah dan Idul Adha.
Kesembilan grup tersebut antara lain Jasa Marga, Hutama Karya, Astra Infra, CMNP, Waskita Toll Road, Hutama Marga Waskita, JTD Jaya Pratama, SMI, dan Rafflesia Investasi Indonesia.
Ketiganya akan memberlakukan kebijakan ini di ruas-ruas strategis yang menghubungkan sentra ekonomi dan wilayah-wilayah padat aktivitas liburan.
Kebijakan ini juga menyasar momen libur panjang akhir pekan menyambut Tahun Baru Islam yang diprediksi meningkatkan pergerakan masyarakat antardaerah.
Ruas Strategis yang Terlibat Diskon Tarif Tol
Ruas tol yang terdampak meliputi jaringan utama di Pulau Jawa, Sumatra, dan sebagian Sumatra Utara.
Di Jakarta, diskon berlaku di tol dalam kota hingga jaringan elevated MBZ, sementara di Jawa Tengah dan Jawa Timur mencakup Cikampek–Palimanan, Batang–Semarang, hingga Pandaan–Malang.
Wilayah Sumatra melibatkan ruas panjang seperti Bakauheni–Terbanggi Besar, Pekanbaru–Dumai, hingga Medan–Tebing Tinggi.
Ardam Rafif Trisilo dari Astra Tol Cipali menegaskan kesiapan penuh untuk menyambut peningkatan trafik libur sekolah.
Ia menyebut, potongan tarif di ruas Cikopo–Palimanan diberlakukan bagi pengguna e-toll yang menempuh perjalanan penuh dari Cikampek Utama ke Kalikangkung dan sebaliknya.
Tiga Periode Diskon, Satu Tujuan Nasional
Secara total, potongan tarif tol akan berlangsung selama 10 hari yang terbagi dalam tiga fase besar:
- 6–9 Juni 2025: Libur Idul Adha
- 27–29 Juni 2025: Awal libur sekolah dan Tahun Baru Islam
- 11–13 Juli 2025: Akhir masa libur sekolah
Potongan tarif tol 20% ini hanya berlaku untuk perjalanan menerus (barrier to barrier) dan tidak berlaku jika pengendara keluar di tengah perjalanan.
Kebijakan Infrastruktur: Menyiapkan Sistem, Mengantisipasi Lonjakan
Kris Ade menyebutkan bahwa seluruh perangkat sistem telah disiapkan oleh masing-masing BUJT agar penyesuaian tarif berjalan tanpa kendala.
Koordinasi antar operator, sistem pembayaran elektronik, dan kapasitas jalan dipastikan dalam kondisi optimal.
“Prediksi kami, infrastruktur penunjang cukup untuk menampung peningkatan trafik selama long weekend,” ungkap Kris.
Pihak BUJT juga memperkuat monitoring sistem transaksi dan pengaturan lalu lintas untuk mencegah kemacetan, terutama di titik rawan antrian gerbang tol utama.
Pemerintah Dorong Daya Beli Lewat Diskon Transportasi
Dari sisi kebijakan pemerintah, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Dody Hanggodo, menilai insentif tarif tol merupakan langkah strategis untuk menurunkan beban biaya logistik dan konsumsi rumah tangga selama masa liburan.
Menurutnya, lonjakan mobilitas yang difasilitasi tarif lebih murah akan ikut menggerakkan konsumsi masyarakat dan mendukung pemulihan ekonomi di daerah tujuan wisata.
Kebijakan ini sejalan dengan dorongan fiskal non-tunai yang ditujukan kepada masyarakat kelas menengah pengguna kendaraan pribadi.
Infrastruktur Jalan Tol sebagai Tulang Punggung Libur Nasional
Dari perspektif jangka panjang, strategi pemberian diskon secara periodik ini mencerminkan transformasi fungsi jalan tol yang bukan hanya sebagai alat pemindah kendaraan, tapi sebagai penggerak ekonomi.
Dengan menargetkan pengguna jarak jauh, BUJT memperkuat posisi jalan tol sebagai instrumen nasional yang mempercepat pergerakan barang, jasa, dan manusia lintas provinsi.
Apalagi, dengan distribusi jaringan tol yang merata di koridor ekonomi utama seperti Pantura, Trans Jawa, dan Trans Sumatra.











