Dividen ADRO 2025: Kuasai US$ 2 Miliar, Dividen Final Berpotensi Menggembirakan
JAKARTA, BursaNusantara.com – PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) tengah berada dalam sorotan utama pasar setelah mencatatkan kas fantastis sebesar US$ 2 miliar pasca menyelesaikan spin off PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI).
Dengan dana besar tersebut, potensi pembagian Dividen ADRO 2025 yang menarik bagi pemegang saham kian menguat.
Menurut laporan DBS Research Group, kinerja keuangan ADRO per September 2024 melampaui ekspektasi. Meski ada perubahan dalam laporan keuangan akibat pelepasan AADI, di mana ADRO kehilangan 70% dari laba bersihnya, namun perusahaan masih memiliki kas besar yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan strategis.
Strategi ADRO Pasca Spin Off AADI
Pelepasan AADI memang mengubah struktur laba ADRO secara signifikan. Namun, keberadaan kas US$ 2 miliar memberikan fleksibilitas bagi perusahaan dalam mengalokasikan modalnya. Ada dua fokus utama yang tengah dipertimbangkan oleh manajemen ADRO:
- Pembagian Dividen Final Besar
Dengan cadangan kas yang melimpah, ADRO diperkirakan akan memberikan Dividen ADRO 2025 yang cukup besar bagi pemegang saham. Analis DBS memperkirakan dividen yield bisa mencapai 10% dengan rasio dividen sekitar 50% dari laba bersih 2024 yang diproyeksikan sebesar US$ 900 juta. - Investasi di Proyek Energi Baru Terbarukan (EBT)
ADRO semakin serius dalam menggarap proyek-proyek energi hijau. Salah satu investasi strategisnya adalah Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Kayan yang ditargetkan beroperasi pada tahun 2030. Selain itu, perusahaan juga menyiapkan proyek panel surya yang dijadwalkan rampung pada 2028.
ADRO dan ADMR: Sinergi di Industri Pertambangan
Selain mempertahankan 15% saham di AADI, ADRO masih menggenggam 84% kepemilikan di PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR). Saat ini, ADMR tengah membangun smelter alumina berkapasitas 500 ribu ton per tahun, yang diharapkan dapat memperkuat rantai pasok di sektor pertambangan dan mineral Indonesia.
Analis DBS percaya bahwa ADRO memiliki peluang untuk melakukan akuisisi strategis menggunakan dana hasil spin off AADI. Jika tidak, maka laba bersih ADRO akan bergantung pada produksi hard coking coal dari ADMR yang diperkirakan mencapai 6 juta ton per tahun.
Prediksi Dividen dan Target Harga Saham
Melihat potensi besar yang dimiliki ADRO, DBS menetapkan rekomendasi buy dengan target harga saham di level Rp 2.800. Pada penutupan perdagangan Jumat (7/2/2025), saham ADRO tercatat berada di harga Rp 2.270.
Dukungan kas besar dan strategi diversifikasi ke sektor energi baru terbarukan menjadikan ADRO sebagai salah satu pilihan investasi menarik bagi investor yang mencari peluang di industri pertambangan dan energi.
Dengan strategi bisnis yang terukur serta dorongan dari sektor EBT, Dividen ADRO 2025 berpotensi menghadirkan kejutan positif bagi pemegang sahamnya. Apakah dividen final yang akan dibagikan benar-benar akan sesuai ekspektasi? Pasar akan terus mencermati langkah ADRO ke depan.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.





