Geser Kebawah
Aksi KorporasiHeadlinePasar

Dividen BBNI 2026 Cair Rp13,03 Triliun, Rasio Capai 65%

114
×

Dividen BBNI 2026 Cair Rp13,03 Triliun, Rasio Capai 65%

Sebarkan artikel ini
Dividen BBNI 2026 Cair Rp13,03 Triliun, Rasio Capai 65%
BNI setujui pembagian dividen BBNI 2026 sebesar Rp13,03 triliun atau 65% dari laba bersih. Simak hasil RUPST, rencana buyback, dan aturan dwiwarna di sini.

Strategi Penguatan Modal dan Optimalisasi Nilai Pemegang Saham

JAKARTA, BursaNusantara.com – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI (BBNI) resmi menyetujui pembagian dividen tunai senilai tiga belas koma nol tiga triliun rupiah untuk tahun buku dua ribu dua puluh lima.

Besaran pembagian dividen BBNI 2026 tersebut setara dengan enam puluh lima persen dari total laba bersih bank yang mencapai dua puluh koma nol empat triliun rupiah.

Keputusan strategis mengenai penggunaan laba bersih ini ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan atau RUPST yang digelar pada Senin kemarin.

Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo, mengungkapkan bahwa kebijakan tersebut mencerminkan komitmen perseroan untuk memberikan nilai optimal kepada seluruh pemegang saham.

Manajemen tetap menitikberatkan pada penjagaan fundamental perusahaan melalui penguatan struktur permodalan agar tetap kokoh di tengah persaingan industri.

Pihak perbankan memastikan bahwa keputusan ini diambil untuk menjaga kinerja berkelanjutan sekaligus memperkuat fondasi keuangan perseroan di masa depan.

Alokasi Laba Ditahan dan Rencana Buyback Saham BBNI

Pemegang saham juga menyetujui alokasi tiga puluh lima persen laba bersih atau sekitar tujuh koma nol satu triliun rupiah sebagai saldo laba ditahan.

Dana cadangan tersebut akan digunakan untuk mendukung ekspansi bisnis serta memperkuat kapasitas permodalan perseroan dalam menghadapi dinamika pasar.

Selain penggunaan laba, RUPST menyepakati rencana pembelian kembali atau buyback saham dengan nilai transaksi maksimal sembilan ratus lima koma empat puluh delapan miliar rupiah.

Langkah buyback ini diposisikan sebagai salah satu instrumen penting guna menjaga stabilitas harga saham di pasar modal secara terukur.

Keputusan ini sekaligus menunjukkan keyakinan jajaran manajemen terhadap prospek pertumbuhan jangka panjang yang dimiliki oleh perseroan.

Saham hasil pembelian kembali tersebut nantinya disimpan sebagai saham tresuri yang dapat dialihkan untuk program kepemilikan saham bagi pegawai dan pengurus.

Kepatuhan Regulasi dan Transformasi Anggaran Dasar Perseroan

RUPST menyetujui perubahan Anggaran Dasar terkait reklasifikasi dua ratus dua puluh tiga juta lembar saham seri B milik BP BUMN menjadi saham seri A Dwiwarna.

Penyesuaian tersebut dilakukan sebagai bentuk kepatuhan terhadap Undang-Undang Nomor enam belas tahun dua ribu dua puluh lima mengenai perubahan aturan Badan Usaha Milik Negara.

Reklasifikasi saham ini diharapkan mampu memperkuat tata kelola perusahaan serta memastikan sinkronisasi dengan regulasi terbaru yang berlaku di Indonesia.

Perseroan turut menyampaikan laporan realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum Sustainability Bond Tahap satu tahun dua ribu dua puluh lima dalam agenda tersebut.

Rapat juga mendelegasikan kewenangan kepada jajaran direksi untuk menyusun Rencana Kerja Jangka Panjang atau RJPP periode dua ribu dua puluh enam hingga dua ribu tiga puluh.

BNI optimistis dapat terus menciptakan nilai tambah bagi pemegang saham melalui kebijakan korporasi yang adaptif dan berorientasi pada keberlanjutan ekonomi nasional.

Lihat berita terbaru lainnya di Google Berita | Bursa Nusantara

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Memuat Grafik...

Tinggalkan Balasan