Geser Kebawah
Aksi KorporasiHeadlinePasar

Dividen Saham ASII, Tekanan UNTR, dan Lonjakan Laba MMLP

76
×

Dividen Saham ASII, Tekanan UNTR, dan Lonjakan Laba MMLP

Sebarkan artikel ini
Dividen Saham ASII, Tekanan UNTR, dan Lonjakan Laba MMLP
Astra (ASII) raih laba Rp32,8 T meski UNTR tertekan. Segmen properti MMLP melonjak 224%. Cek rincian dividen final ASII dan analisis emas di sini!

Ketahanan Laba Grup Astra di Tengah Fluktuasi Sektor Tambang

JAKARTA, BursaNusantara.com – PT Astra International Tbk (ASII) mencatatkan laba bersih konsolidasi sebesar Rp32,8 triliun sepanjang tahun buku 2025.

Berdasarkan laporan Stockbit pada Sabtu (28/2/2026), perolehan laba ini turun tipis 3 persen secara tahunan namun tetap melampaui estimasi konsensus pasar hingga 102 persen.

Stabilitas kinerja perseroan ditopang kuat oleh segmen jasa keuangan yang membukukan pertumbuhan laba bersih 13 persen berkat kenaikan pembiayaan konsumen.

Di sisi lain, lini bisnis otomotif relatif stagnan di angka Rp11,4 triliun karena pelemahan penjualan mobil nasional berhasil diimbangi oleh sektor komponen dan sepeda motor.

Ketahanan portofolio bisnis menjadi kunci utama mengingat anak usaha utama, PT United Tractors Tbk (UNTR), mengalami koreksi laba yang cukup dalam.

Diversifikasi ke sektor properti melalui PT Mega Manunggal Property Tbk (MMLP) terbukti menjadi penyelamat margin keuntungan grup secara keseluruhan.

Analisis Kinerja UNTR dan Penopang Sektor Mineral

Laba bersih UNTR sepanjang 2025 merosot 24 persen secara tahunan menjadi Rp14,8 triliun, sebuah angka yang berada di bawah ekspektasi analis.

Penurunan performa ini dipicu oleh pelemahan harga batu bara serta kerugian penurunan nilai investasi pada PT Supreme Energy Rantau Dedap senilai Rp866,1 miliar.

Meskipun segmen alat berat dan batu bara melemah, lini bisnis emas dan mineral lainnya milik UNTR justru tumbuh impresif sebesar 79 persen secara tahunan.

Capaian ini menjadi bantalan penting bagi perusahaan dalam menghadapi siklus komoditas energi fosil yang sedang menurun.

Kinerja mineral diprediksi akan semakin solid setelah Astra menuntaskan akuisisi 100 persen PT Arafura Surya Alam pada Februari 2026. Langkah strategis pada tambang emas Doup ini menunjukkan pergeseran fokus grup menuju komoditas mineral berharga.

Lonjakan Properti MMLP dan Proyeksi Dividen ASII

Sektor properti mencatatkan pertumbuhan laba tertinggi hingga 224 persen yang didorong oleh kontribusi pergudangan industri dari MMLP.

Keuntungan ini juga berasal dari pembukuan negative goodwill pasca akuisisi MMLP yang memperkuat posisi laba konsolidasian segmen non-inti hingga mencapai porsi 10 persen.

Pertumbuhan masif di sektor pergudangan dan logistik ini menjadi bukti keberhasilan strategi ekspansi Astra di luar bisnis otomotif dan tambang.

Sektor agribisnis dan infrastruktur turut menyumbang hasil positif melalui kenaikan harga CPO serta peningkatan pendapatan harian jalan tol.

Sebagai bentuk apresiasi bagi pemegang saham, ASII mengusulkan dividen final sebesar Rp292 per saham dengan estimasi yield mencapai 4,4 persen.

Sebelumnya, perseroan juga telah menuntaskan program buyback saham tahap kedua senilai Rp685 miliar pada 25 Februari 2026 sebagai upaya menjaga nilai pemegang saham.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Tinggalkan Balasan