Geser Kebawah
Aksi KorporasiPasar

Dividen Telkom (TLKM) Berpotensi Naik hingga 95%

137
×

Dividen Telkom (TLKM) Berpotensi Naik hingga 95%

Sebarkan artikel ini
Dividen Telkom (TLKM) Berpotensi Naik hingga 95%
Rasio dividen Telkom diprediksi naik jadi 95% di 2027. Imbal hasil dividen 2025-2026 diperkirakan 7–8% meski laba cenderung stagnan.

JAKARTA, BursaNusantara.com – Emiten telekomunikasi pelat merah PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) diproyeksikan akan mempertahankan tren pembagian dividen yang besar hingga beberapa tahun ke depan.

Laporan riset terbaru Macquarie menyebutkan bahwa rasio capital expenditure (capex) Telkom terhadap pendapatan akan menurun dalam rentang 17%–19% untuk periode 2025–2028.

Sponsor
Iklan

Sebagai perbandingan, pada periode 2020–2024 rasio capex masih berada di kisaran 21%–24%.

Prospek Dividen TLKM yang Lebih Menjanjikan

Dengan penurunan capex tersebut, ruang untuk meningkatkan distribusi dividen menjadi lebih terbuka. Macquarie memproyeksikan rasio dividen Telkom bisa naik signifikan hingga menyentuh 95% pada 2027, jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata rasio dividen selama empat tahun terakhir yang berkisar antara 60%–80%.

Dampaknya, yield dividen atau imbal hasil dari pembagian laba kepada pemegang saham juga diperkirakan akan mengalami kenaikan.

Untuk periode 2025–2026, Macquarie menaikkan proyeksi yield dividen TLKM menjadi 7%–8%, menjadikannya salah satu saham BUMN dengan daya tarik dividen tinggi di tengah stagnasi pertumbuhan kinerja keuangan.

Proyeksi Pembagian Dividen dan Kinerja TLKM

Secara nominal, Telkom diprediksi akan membagikan dividen sebesar Rp 191 per saham pada tahun 2025 dengan rasio dividen 80%.

Tahun berikutnya, angka tersebut naik menjadi Rp 195 per saham dengan rasio 90%, dan pada 2027 mencapai Rp 215 per saham dengan rasio 95%.

Tidak menutup kemungkinan, jika kondisi memungkinkan, Telkom akan kembali ke skema dividen 100% seperti pada periode 2016–2020.

Meski demikian, proyeksi laba dan pendapatan TLKM mengalami revisi ke bawah oleh Macquarie akibat tantangan ekonomi makro dan kompetisi industri telekomunikasi yang semakin ketat. Pendapatan, EBITDA, dan laba bersih 2025–2026 masing-masing diproyeksikan turun antara 2%–3%, 1%–2%, dan 5%–8%.

Kinerja Keuangan 2024 Masih Stabil

Dalam laporan keuangan tahun 2024, Telkom mencatat pendapatan sebesar Rp 149,9 triliun, hanya naik 0,5% dibandingkan 2023 yang berada di level Rp 149,2 triliun. Sementara laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp 23,6 triliun, turun tipis 3,7% dari tahun sebelumnya.

Dengan mempertahankan proyeksi kinerja konservatif dan mempertimbangkan potensi imbal hasil dividen yang menarik, Macquarie tetap memberikan rekomendasi netral terhadap saham TLKM, dengan target harga di level Rp 2.500.

Target tersebut mencerminkan yield dividen 7,8%, price to earnings ratio (PER) 11 kali, dan EV/EBITDA sebesar 3,9 kali berdasarkan estimasi kinerja tahun 2026.

Dengan potensi kenaikan dividen yang signifikan di tengah tantangan pertumbuhan pendapatan, fokus investor terhadap saham Telkom (TLKM) ke depan akan lebih tertuju pada daya tarik dividennya sebagai sumber return yang stabil.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.