Djarum Borong Saham Hermina di Harga Premium, Keluarga Hartono Masuk Sektor Kesehatan
JAKARTA, BursaNusantara.com – Grup Djarum memperluas ekspansi bisnisnya ke sektor layanan kesehatan dengan membeli 559,18 juta saham PT Medikaloka Hermina Tbk (IDX:HEAL) melalui entitas investasinya, PT Dwimuria Investama Andalan.
Harga pelaksanaan pengalihan saham dilakukan pada Rp1.875 per saham.
Transaksi berlangsung di luar mekanisme Bursa Efek Indonesia pada 25 Juni 2025.
Pihak yang melepas saham adalah PT Medikaloka Hermina Tbk sebagai penjual saham treasury.
Setelah transaksi ini, jumlah saham tresuri HEAL resmi menjadi nol.
Dwimuria dan HEAL menegaskan tidak memiliki hubungan afiliasi hukum.
Strategi Ekspansi Djarum ke Sektor Kesehatan
Langkah Djarum masuk ke saham HEAL membuka babak baru dalam diversifikasi portofolio investasi Grup Hartono.
Dwimuria dikenal luas sebagai pengendali utama PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan porsi kepemilikan mayoritas sebesar 54,94%.
Masuknya mereka ke Hermina menandai sinyal kuat ketertarikan keluarga Hartono terhadap sektor dengan potensi pertumbuhan jangka panjang.
Sektor kesehatan dinilai memiliki daya tahan tinggi dalam berbagai siklus ekonomi.
Kondisi pascapandemi memperkuat urgensi transformasi sektor kesehatan sebagai portofolio strategis.
Harga Premium Picu Spekulasi Pasar
Harga pembelian saham HEAL oleh Dwimuria berada jauh di atas harga pasar saat ini.
Pada saat transaksi dilakukan, harga pasar HEAL tercatat hanya Rp1.390 per saham.
Dengan demikian, Dwimuria membayar premi sekitar 34,89% dari harga pasar.
Langkah ini menunjukkan keyakinan jangka panjang Djarum terhadap kinerja fundamental Hermina.
Tingginya harga juga mematahkan pesaing lain dalam proses negosiasi pembelian saham ini.
Latar Belakang dan Dinamika Transaksi
Menurut sumber yang dikutip oleh BursaNusantara.com, proses pengalihan saham HEAL melibatkan beberapa calon pembeli.
Namun hanya Grup Djarum, lewat Dwimuria, yang berani menawar dengan harga paling kompetitif.
Transaksi dilakukan sebagai penjualan saham hasil pembelian kembali (buyback) yang telah dilakukan sebelumnya oleh manajemen HEAL.
Tujuan awal buyback tersebut untuk meningkatkan fleksibilitas struktur permodalan dan menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham.
Kini dengan dilepas ke investor strategis, kepemilikan HEAL mengalami perubahan struktur signifikan.
Tidak Ada Afiliasi, Tapi Ada Arah Baru?
Meski Dwimuria dan HEAL menyatakan tidak memiliki hubungan afiliasi, banyak analis menyoroti arah strategis pasca akuisisi ini.
Keterlibatan Grup Hartono berpotensi mengubah peta pengembangan bisnis HEAL ke depan.
Sinergi antara jaringan bisnis Djarum dan lini layanan kesehatan Hermina menjadi peluang transformasi operasional.
Terbukanya kemungkinan integrasi teknologi, pembiayaan digital, hingga ekspansi layanan rawat jalan dan rumah sakit satelit menjadi perhatian pelaku pasar.
Tak sedikit pula yang memandang langkah ini sebagai upaya awal akumulasi kepemilikan menuju posisi strategis dalam manajemen.
Saham HEAL Jadi Incaran Investor Strategis
Konsistensi HEAL dalam mencetak kinerja positif dalam lima tahun terakhir menjadikannya salah satu emiten sektor kesehatan dengan prospek menjanjikan.
Kinerja fundamental yang solid, ditambah dengan jaringan rumah sakit yang luas, membuat saham ini banyak diburu oleh investor institusi.
Transaksi ini pun membuktikan daya tarik HEAL di tengah tekanan pasar dan valuasi sektor kesehatan yang relatif stagnan.
Daya beli premium oleh Djarum mempertegas kepercayaan jangka panjang terhadap keberlanjutan bisnis Hermina.
Pasar kini menantikan langkah lanjutan dari Grup Djarum dalam memperdalam keterlibatannya di sektor ini.
Efek Jangka Panjang pada Harga dan Likuiditas HEAL
Dengan nihilnya saham tresuri yang tersisa, struktur kepemilikan HEAL kini lebih terkonsolidasi.
Kondisi ini dapat berdampak pada berkurangnya likuiditas jangka pendek di pasar reguler.
Namun di sisi lain, keberadaan investor besar seperti Dwimuria dinilai dapat memberi stabilitas dan arah strategis yang lebih kuat.
Investor ritel mungkin mulai melirik saham ini sebagai bagian dari portofolio jangka menengah hingga panjang.
Jika sinyal transformasi operasional terbukti, HEAL berpotensi mengalami rerating valuasi.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.





