Geser Kebawah
PasarSaham

DSSA Amankan Kredit Rp1 Triliun dari BNI, Saham Anjlok Drastis!

143
×

DSSA Amankan Kredit Rp1 Triliun dari BNI, Saham Anjlok Drastis!

Sebarkan artikel ini
dssa amankan kredit rp1 triliun dari bni, saham anjlok drastis kompres
PT Dian Swastika Sentosa Tbk (DSSA) meneken perjanjian kredit Rp1 triliun dengan BNI untuk operasional dan pengembangan, namun sahamnya turun 17,86%.

DSSA Raih Fasilitas Kredit Rp1 Triliun dari BNI

PT Dian Swastika Sentosa Tbk (DSSA), bagian dari Grup Sinar Mas, resmi meneken perjanjian kredit senilai Rp1 triliun dengan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) pada 6 Februari 2025. Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), fasilitas kredit ini dijamin dengan aset perseroan.

Dana pinjaman tersebut direncanakan untuk membiayai kebutuhan operasional serta pengembangan entitas anak DSSA. Langkah ini menunjukkan upaya DSSA dalam menjaga likuiditas dan mendukung ekspansi bisnisnya di tengah tantangan industri batu bara.

Sponsor
Iklan

Dampak terhadap Rasio Keuangan DSSA

Setelah memperoleh fasilitas kredit ini, rasio utang bersih terhadap ekuitas DSSA meningkat menjadi sekitar 17%. Peningkatan leverage ini mencerminkan adanya tambahan kewajiban finansial yang perlu dikelola dengan baik agar tidak membebani kinerja jangka panjang perseroan.

Saham DSSA Anjlok 17,86% di Tengah Sentimen Pasar

Pada penutupan perdagangan 7 Februari 2025, saham DSSA terpantau merosot signifikan sebesar 17,86% ke level Rp39.450 per saham. Koreksi harga ini terjadi di tengah berbagai faktor, termasuk aksi perjanjian kredit dan kinerja keuangan perseroan yang mengalami penurunan.

Adapun kapitalisasi pasar DSSA kini mencapai Rp303,98 triliun. Fluktuasi harga saham DSSA ini menunjukkan adanya respons negatif dari pelaku pasar terhadap langkah keuangan terbaru perseroan.

Kinerja Keuangan DSSA: Laba Bersih Merosot 34,41%

Secara fundamental, DSSA mencatat laba bersih sebesar US$243,8 juta sepanjang Januari-September 2024. Angka ini mengalami penurunan tajam sebesar 34,41% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy).

Penurunan laba ini seiring dengan anjloknya pendapatan perseroan yang turun 45,22% yoy menjadi US$2,24 miliar. Faktor utama yang mempengaruhi kinerja DSSA adalah harga batu bara global yang fluktuatif serta tingginya biaya operasional.

Kepemilikan Saham DSSA dalam Grup Sinar Mas

Per 31 Januari 2024, DSSA dikendalikan oleh PT Sinar Mas Tunggal dengan kepemilikan saham mencapai 59,9%. Struktur kepemilikan ini menunjukkan DSSA masih berada dalam kendali utama Grup Sinar Mas, yang memiliki pengaruh besar terhadap arah kebijakan dan strategi bisnis perseroan.

Prospek DSSA di Tengah Tantangan Industri

Dengan meningkatnya rasio utang dan turunnya laba bersih, DSSA menghadapi tantangan dalam menjaga kinerja keuangan yang sehat.

Investor perlu mencermati strategi perusahaan dalam mengoptimalkan dana pinjaman dan menghadapi volatilitas pasar batu bara.

Kendati demikian, langkah DSSA menggandeng BNI dalam perjanjian kredit ini juga bisa menjadi sinyal positif bagi ekspansi jangka panjang, terutama dalam meningkatkan daya saing dan memperkuat struktur bisnisnya di sektor energi dan batu bara.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.