PasarSaham

Dua Konglomerat di Balik IPO Bangun Kosambi Sukses (CBDK)

166
dua konglomerat di balik ipo bangun kosambi sukses (cbdk) thumb
Bangun Kosambi Sukses (CBDK) siap IPO dengan dukungan Grup Agung Sedayu dan Grup Salim. Fokus real estate di Tangerang dan potensi besar di sektor properti.

Jakarta, CNBC Indonesia – PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) bersiap mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada awal tahun 2025. IPO ini mencakup pelepasan 566.894.500 saham atau 10% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh perusahaan.

Proses book building telah dilaksanakan pada 13-20 Desember 2024, dengan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk sebagai penjamin pelaksana emisi efek. Perusahaan yang bergerak di sektor properti ini fokus pada pengembangan real estate di kawasan Tangerang bersama entitas anaknya.

Fokus Bisnis CBDK

Sejak didirikan pada tahun 2000, Bangun Kosambi Sukses beroperasi di bidang pembangunan perumahan (real estate), meliputi pembelian, penjualan, persewaan, dan pengelolaan bangunan seperti apartemen, rumah tinggal, pusat perbelanjaan, hingga gudang. Perusahaan ini juga terlibat dalam pengembangan tanah kavling dan operasional kawasan hunian.

Dalam laporan keuangan per 30 Juni 2024, lebih dari 99% pendapatan neto konsolidasian CBDK berasal dari bisnis real estate. Hal ini menunjukkan fokus besar perusahaan pada sektor tersebut.

Dukungan dari Dua Grup Konglomerat

IPO Bangun Kosambi Sukses mendapat dukungan kuat dari dua konglomerat besar Indonesia: Grup Agung Sedayu milik Sugianto Kusuma atau Aguan, dan Grup Salim.

Grup Agung Sedayu

Grup ini memiliki lahan pengembangan seluas 8.000 hektare, dengan berbagai proyek besar seperti Pantai Indah Kapuk (PIK), The Langham Jakarta, dan PIK Avenue. Melalui PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI), Agung Sedayu menggenggam 51% saham CBDK secara tidak langsung, serta 24,5% secara langsung.

Grup Salim

Keterlibatan Grup Salim terlihat melalui PT Tunas Mekar Jaya yang dimiliki Hindarto Budiono (99,99%) dan Harris Then (0,0005%). Hindarto juga memiliki jejak kuat di Grup Salim dan merupakan pemegang saham tidak langsung di beberapa perusahaan besar, termasuk PT Amman Mineral Internasional (AMMN), yang bergerak di sektor tambang emas dan tembaga.

Nama-nama seperti Arthur Salim dan Phiong Phillipus Darma, yang sebelumnya menjabat di berbagai entitas Grup Salim, turut menghiasi jajaran direksi dan komisaris CBDK.

Potensi Bisnis dan Strategi Masa Depan

Dengan dukungan penuh dari dua grup konglomerat besar, CBDK memiliki potensi besar untuk memperluas bisnisnya di sektor properti. IPO ini menjadi langkah penting untuk menggalang dana yang akan digunakan dalam pengembangan proyek-proyek strategis.

Keberhasilan IPO CBDK tidak hanya mencerminkan kepercayaan investor terhadap potensi pertumbuhan perusahaan, tetapi juga menegaskan peran penting Grup Agung Sedayu dan Grup Salim dalam industri properti Indonesia.

Dua Konglomerat di Balik IPO Bangun Kosambi Sukses (CBDK)

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Grafik tidak tersedia karena JavaScript dinonaktifkan di browser Anda.
×

Selamat Datang

Masuk untuk komentar & diskusi.

Lupa Password?

Password dikirim ke email.

Exit mobile version