Geser Kebawah
BisnisHeadlinePerdagangan & Industri

Ekspansi Chandra Asri: Kapasitas MTBE dan B1 Naik 25 Persen

93
×

Ekspansi Chandra Asri: Kapasitas MTBE dan B1 Naik 25 Persen

Sebarkan artikel ini
Ekspansi Chandra Asri Kapasitas MTBE dan B1 Naik 25 Persen
Chandra Asri (TPIA) tingkatkan kapasitas MTBE & Butene-1 sebesar 25% di Cilegon guna substitusi impor. Simak detail operasional dan dampak industrinya di sini!

Penguatan Rantai Pasok Petrokimia Guna Substitusi Impor Nasional

JAKARTA, BursaNusantara.com – PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) resmi meningkatkan kapasitas produksi pabrik Methyl Tert-butyl Ether (MTBE) dan Butene-1 (B1) hingga sebesar 25 persen.

Peningkatan kapasitas ini merupakan bagian dari strategi pertumbuhan perseroan untuk mempercepat upaya substitusi impor bahan baku strategis di Indonesia.

Langkah tersebut juga bertujuan meningkatkan nilai tambah domestik serta memperkuat ketahanan industri petrokimia pada tingkat nasional secara berkelanjutan.

Presiden Direktur TPIA, Erwin Ciputra, menilai perluasan fasilitas ini merupakan kelanjutan dari proyek yang dilaksanakan bersama PT Inti Karya Persada Tehnik (IKPT).

Kontrak Engineering, Procurement, and Construction (EPC) untuk proyek perluasan ini telah ditandatangani oleh kedua belah pihak pada Desember 2024 lalu.

Fasilitas produksi yang berlokasi di dalam kompleks petrokimia terintegrasi Cilegon, Banten tersebut diketahui sudah beroperasi sejak tahun 2020.

Operasional Optimal Pasca Uji Coba Februari 2026

Pihak manajemen mengonfirmasi bahwa peningkatan kapasitas ini telah terealisasi sepenuhnya setelah melewati rangkaian persiapan teknis dan operasional yang ketat.

Uji coba operasional pada fasilitas tersebut dilaporkan telah terlaksana dengan sukses dan memberikan hasil optimal pada akhir Februari 2026 kemarin.

Kini pabrik MTBE dan Butene-1 tersebut telah beroperasi secara andal untuk melayani kebutuhan berbagai sektor industri manufaktur di tanah air.

Berdasarkan keterangan resmi perseroan pada Senin (9/3/2026), pencapaian ini memperkuat posisi grup sebagai produsen tunggal MTBE dan Butene-1 di Indonesia.

Keberadaan pabrik ini memastikan ketersediaan pasokan bahan baku yang sangat krusial bagi kelancaran operasional berbagai sektor industri domestik.

Sinergi fasilitas ini diharapkan mampu membangun fondasi industri nasional yang lebih kompetitif dalam menghadapi persaingan pasar global.

Pemanfaatan MTBE dan Butene-1 dalam Rantai Pasok Regional

Produk MTBE memiliki peran vital sebagai komponen peningkat oktan pada bahan bakar bensin guna meningkatkan kualitas pembakaran dan efisiensi energi.

Sementara itu, Butene-1 berfungsi sebagai komonomer penting dalam proses produksi polyethylene yang digunakan luas pada sektor kemasan serta produk konsumen.

Kapasitas produksi yang lebih besar membuka peluang bagi perseroan untuk meningkatkan penetrasi pasar di tingkat regional melalui jalur ekspor produk bernilai tambah.

Erwin Ciputra menekankan bahwa penguatan kapasitas ini akan membantu peningkatan kemandirian industri nasional dalam jangka waktu yang panjang.

Upaya tersebut juga diharapkan mampu memperkuat efisiensi devisa negara melalui pengurangan ketergantungan yang tinggi terhadap barang impor.

Grup perusahaan kembali menegaskan komitmen untuk menjaga stabilitas pasokan bahan baku di sektor energi dan manufaktur secara konsisten.

Daya saing industri nasional diprediksi akan semakin meningkat seiring dengan semakin kokohnya struktur industri hilir petrokimia di dalam negeri.

Lihat berita terbaru lainnya di Google Berita | Bursa Nusantara

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Memuat Grafik...

Tinggalkan Balasan