JAKARTA, BursaNusantara.com – Langkah strategis PT Indonesia Nua Nusantara Commodities menembus pasar ekspor Mesir membuahkan hasil manis.
Perusahaan ini resmi menjalin kontrak dagang dengan The Egyptian Office for Customs Clearance, Import & Export untuk mengekspor kelapa parut kering berkadar lemak tinggi ke Negeri Piramida, membuka potensi transaksi hingga miliaran rupiah dalam setahun.
Penandatanganan kontrak dilakukan secara daring pada Rabu (30/4), disaksikan langsung oleh Duta Besar RI untuk Mesir Lutfi Rauf, Atase Perdagangan KBRI Kairo M. Syahran Bhakti, serta Koordinator Fungsi Ekonomi Abdul Gafur. Hadir pula dari pihak Mesir, Direktur perusahaan mitra, Hatim Nagah.
Baca Juga: Rencana Rekonstruksi Gaza Senilai US$53 Miliar: Tantangan dan Penolakan Global
Kontrak Perdana dan Potensi Transaksi Besar
Dalam tahap awal kerja sama ini, disepakati pengiriman satu kontainer berisi 26 ton kelapa parut kering dengan nilai transaksi mencapai USD 78 ribu atau sekitar Rp1,28 miliar.
Pengiriman akan dilakukan menuju Pelabuhan Damietta, Mesir. Ke depannya, total potensi transaksi selama setahun diperkirakan bisa mencapai USD 936 ribu atau setara Rp15,41 miliar.
Dubes Lutfi Rauf menyampaikan bahwa realisasi ekspor ini menjadi bukti nyata potensi besar dari produk pertanian Indonesia.
Baca Juga: 37 WNI Berhasil Dievakuasi dari Suriah oleh KBRI Damaskus
Ia menegaskan bahwa capaian ini diharapkan mampu menginspirasi pelaku UMKM untuk terus mengembangkan hilirisasi dan menambah nilai produk mereka.
Mesir Jadi Hub Ekspor Strategis
Atase Perdagangan KBRI Kairo, M. Syahran Bhakti menilai kesepakatan ekspor ini bukan hanya memperluas pasar produk Indonesia di Mesir, namun juga membuka peluang penetrasi ke kawasan sekitarnya.
Ia menyebut posisi strategis Mesir sebagai pintu masuk menuju pasar Afrika, Timur Tengah, bahkan Eropa Selatan.
Baca Juga: Israel Perketat Blokade Gaza saat Ramadan, Gencatan Senjata Terancam
Syahran juga menegaskan pentingnya menjaga kualitas dan ketepatan pengiriman guna memperkuat kepercayaan pasar internasional terhadap produk Indonesia.
Komitmen terhadap standar ekspor yang tinggi menjadi kunci dalam memperluas jangkauan pasar ekspor nasional.
Indonesia Bersaing di Pasar Global
Data Kementerian Perdagangan menunjukkan bahwa nilai ekspor kelapa parut kering Indonesia ke Mesir pada Januari 2025 mencapai USD 654 ribu, melonjak 101,23 persen dibandingkan Januari 2024.
Baca Juga: Pegadaian Digital Luncurkan Fitur Kirim Uang Internasional: Praktis dan Terjangkau
Sepanjang tahun 2024, total ekspor mencapai USD 5,43 juta dengan pangsa pasar sebesar 12,41 persen di Mesir.
Meski bersaing dengan pemain utama seperti Vietnam yang menguasai 63,71 persen pasar, Indonesia berhasil menjaga posisinya sebagai salah satu penyuplai utama di Mesir, mengungguli negara seperti Sri Lanka, Brasil, dan India dalam kategori produk yang sama.
Komitmen untuk Jangka Panjang
Hatim Nagah selaku Direktur The Egyptian Office menyampaikan optimismenya terhadap kemitraan ini. Ia menilai kerja sama ini sebagai awal dari kolaborasi jangka panjang, khususnya di sektor produk kelapa dan turunannya.
Ia menyatakan kesiapannya melakukan pembayaran uang muka dalam waktu dekat dan menargetkan pengiriman barang bisa rampung dalam 40 hari ke depan.
Dukungan KBRI Jadi Penentu Sukses
Direktur PT Indonesia Nua Nusantara Commodities, Muhammad Adam Ghazani, menyampaikan apresiasi kepada KBRI Kairo atas dukungan nyata yang diberikan, khususnya dari Atase Perdagangan M. Syahran Bhakti.
Menurutnya, peran aktif Syahran dalam membuka akses pasar dan menjembatani komunikasi bisnis sangat berperan dalam kesuksesan kontrak ini.
Adam juga menyoroti inisiatif KBRI dalam menghadirkan ruang display produk ekspor sebagai bentuk nyata diplomasi ekonomi.
Baginya, langkah ini bukan hanya memberikan peluang bisnis, tetapi juga mendorong kepercayaan diri para pelaku usaha muda Indonesia untuk menembus pasar global.
Dengan dukungan konkret dari perwakilan pemerintah dan kesiapan pelaku usaha, kerja sama ekspor ini menandai momentum penting bagi penguatan daya saing produk Indonesia di kancah internasional.











