Emas Menguat Signifikan Dipicu Kekhawatiran Fiskal Amerika Serikat
JAKARTA, BursaNusantara.com – Emas batangan menapaki kenaikan mingguan terbesar dalam lebih dari satu bulan terakhir, menguat hampir 4% menuju level US$3.330 per troy ons.
Lonjakan ini dipicu kekhawatiran investor atas defisit fiskal Amerika Serikat yang diperkirakan membengkak akibat RUU pajak terbaru yang telah disahkan DPR dan kini menunggu persetujuan Senat.
Kekhawatiran fiskal AS makin nyata setelah Moody’s Ratings mencabut peringkat kredit tertinggi negara tersebut.
Sentimen tersebut menambah daya tarik emas sebagai aset pelindung nilai di tengah ketidakpastian ekonomi global dan perang dagang yang berkepanjangan.
Harga Emas Melonjak Tahun Ini Didukung Perang Dagang dan Krisis Fiskal
Sepanjang tahun ini, harga emas dunia telah naik lebih dari 25%, mendekati rekor tertinggi yang dicapai bulan lalu dengan jarak sekitar US$200.
Permintaan terhadap logam mulia terus meningkat, tidak hanya dari kalangan investor ritel dan institusi, tetapi juga dari bank sentral berbagai negara yang secara aktif mendiversifikasi cadangan devisa mereka.
Menurut Justin Lin, analis Global X ETFs, walau harga emas diperkirakan akan bergerak dalam kisaran terbatas dalam waktu dekat, tekanan geopolitik dan prospek fiskal AS yang memburuk memberikan dukungan kuat bagi logam mulia ini.
Lonjakan Utang AS dan Dampaknya terhadap Pasar Emas
Data Kantor Anggaran Kongres AS mencatat bahwa jumlah obligasi pemerintah yang beredar melonjak dari US$4,5 triliun pada 2007 menjadi hampir US$30 triliun saat ini.
Rasio utang publik terhadap produk domestik bruto (PDB) AS juga meningkat drastis, dari sekitar 35% pada 2007 menjadi 100% kini.
Sementara itu, imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun naik ke level 4,5% pada pekan ini. Secara historis, kenaikan imbal hasil biasanya menekan harga emas karena emas tidak menghasilkan bunga, sehingga keduanya bergerak berlawanan arah.
Namun, korelasi tersebut kini melemah, seiring meningkatnya kekhawatiran fiskal dan geopolitik yang menguatkan permintaan emas.
Pergerakan Pasar Logam Mulia Lainnya
Pada pukul 14.17 waktu Singapura, harga emas diperdagangkan naik 1,1% ke US$3.329,54 per troy ons setelah kemarin turun 0,6%.
Indeks Spot Dolar Bloomberg melemah 0,3%, menambah sentimen positif bagi emas.
Selain emas, logam mulia lain seperti perak, paladium, dan platinum juga menunjukkan tren positif. Platinum bahkan naik sekitar 10% minggu ini, menyentuh level tertinggi dalam satu tahun terakhir, memperlihatkan minat kuat investor terhadap aset-aset safe haven tersebut.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.







