Geser Kebawah
HeadlineKomoditasPasar

Emas Naik Tajam, Pasar Prediksi Pemangkasan Suku Bunga

59
×

Emas Naik Tajam, Pasar Prediksi Pemangkasan Suku Bunga

Sebarkan artikel ini
Emas Naik Tajam, Pasar Prediksi Pemangkasan Suku Bunga
Harga emas melonjak ditopang tensi geopolitik dan pelemahan ekonomi AS. Pasar prediksi The Fed akan segera longgarkan suku bunga.

Investor Berburu Aset Aman, Harga Emas Melambung

JAKARTA, BursaNusantara.com – Lonjakan harga emas dunia pada Kamis (12/6/2025) mencerminkan kuatnya sentimen pasar terhadap aset lindung nilai.

Investor global berbondong-bondong masuk ke emas di tengah badai geopolitik dan sinyal pelemahan ekonomi Amerika Serikat (AS).

Sponsor
Iklan

Harga emas spot tercatat naik 0,9% ke US$ 3.383,22 per ons, tertinggi dalam sepekan. Kontrak berjangka emas AS ditutup melesat 1,8% ke US$ 3.402,4 per ons.

Ketegangan Geopolitik Bakar Permintaan Emas

Pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menginstruksikan penarikan pasukan dari Timur Tengah menjadi pemicu utama naiknya permintaan terhadap emas.

Trump menyebut kawasan itu “berpotensi berbahaya”, memperkuat kekhawatiran akan eskalasi konflik di wilayah tersebut.

Di saat yang sama, Menteri Pertahanan Iran, Aziz Nasirzadeh, melontarkan ancaman bahwa Iran siap menyerang pangkalan militer AS jika diserang lebih dulu.

Kondisi ini memperbesar risiko geopolitik dan meningkatkan ketertarikan pada aset safe haven seperti emas dan perak.

Peter Grant, Wakil Presiden Zanier Metals, menyebut emas masih punya ruang untuk menguji rekor baru jika mampu melewati level teknikal kunci.

Data Ekonomi AS Lemah, Harapan The Fed Longgarkan Suku Bunga

Data ekonomi AS memberi kejutan negatif. Indeks harga produsen (PPI) hanya naik tipis selama Mei, jauh dari ekspektasi pasar.

Di saat bersamaan, klaim baru tunjangan pengangguran tetap tinggi, menandakan pasar tenaga kerja mulai melemah.

Fakta ini memperkuat pandangan bahwa ekonomi AS mulai kehilangan momentum. Investor pun mulai berspekulasi bahwa Federal Reserve (The Fed) akan memangkas suku bunga lebih awal.

Menurut proyeksi terbaru, peluang pemangkasan suku bunga pada September kini mencapai 80%. Bahkan, pelonggaran tambahan bisa terjadi pada Oktober.

Ekspektasi itu didorong oleh laporan inflasi konsumen (CPI) Mei yang melemah, memperkuat argumen bahwa ruang untuk kebijakan moneter longgar terbuka lebar.

Ketidakpastian Dagang Tambah Sentimen Bullish

Dalam isu perdagangan, Presiden Trump menyatakan kemungkinan memperpanjang negosiasi hingga setelah 8 Juli, namun menegaskan peluang itu sangat kecil.

Pernyataan ambigu itu memperkeruh suasana di pasar dan ikut mendorong pelarian modal ke aset-aset aman.

Di tengah ketidakpastian arah kebijakan dagang dan suku bunga, emas menjadi pilihan rasional bagi investor yang ingin meredam risiko portofolio.

Logam Mulia Lainnya Ikut Bergerak, Tapi Tidak Semua Menguat

Harga perak turut naik tipis 0,1% menjadi US$ 36,25 per ons. Pada awal pekan, logam ini sempat menyentuh harga tertinggi sejak 2012.

Menurut Grant, perak bisa menembus US$ 40 jika mampu melewati resistance teknikal di level US$ 38.

Kekuatan fundamental perak juga didukung oleh defisit pasokan global jangka panjang.

Sementara itu, harga platinum melesat 2,8% menjadi US$1.291,09 per ons tertinggi dalam lebih dari empat tahun terakhir.

Namun berbeda nasib dengan paladium, yang justru ambles 2% ke US$1.058,08 per ons, akibat tekanan jual teknikal dan lemahnya permintaan industri.

Level Teknis Emas Jadi Penentu Tren Selanjutnya

Menurut analisis teknikal, emas saat ini menguji area resistensi kritis di US$ 3.400 per ons. Jika tembus, dua level berikutnya yang diamati pasar adalah US$ 3.417 dan US$ 3.431.

Kondisi makro yang tidak menentu bisa menjadi bahan bakar bagi tren naik lebih lanjut.

Di tengah tekanan geopolitik dan sinyal pelonggaran moneter, emas sedang menjalani momen bullish paling signifikan tahun ini.

Investor global kini menunggu kejelasan arah kebijakan The Fed, sembari terus menjaga posisi di pasar logam mulia.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Tinggalkan Balasan