BisnisEnergi

ESDM Lelang 21 Wilayah Panas Bumi, Dorong Transisi Energi Digital

183
ESDM Lelang 21 Wilayah Panas Bumi
Pemerintah lelang 10 WKP dan 11 PSPE panas bumi melalui platform digital GENESIS untuk percepat transisi energi terbarukan nasional.

Transformasi Digital ESDM Percepat Transisi Energi Daerah

JAKARTA, BursaNusantara.com – Pemerintah Indonesia kembali menunjukkan komitmennya terhadap transisi energi berkelanjutan dengan membuka lelang besar-besaran 10 Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) dan 11 Wilayah Penugasan Survei Pendahuluan dan Eksplorasi (PSPE) melalui platform digital bernama GENESIS.

Langkah ini bukan sekadar rutinitas penawaran konsesi energi, melainkan bagian dari strategi nasional mendigitalisasi sektor energi baru terbarukan (EBT) dan memperluas akses pengembangan energi bersih ke seluruh wilayah Indonesia.

Lelang tahun ini difokuskan pada wilayah-wilayah strategis yang tersebar dari ujung barat Aceh hingga timur Maluku dan Nusa Tenggara Timur.

Digitalisasi Jadi Senjata Baru Pemerintah

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), khususnya Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE), untuk pertama kalinya mengintegrasikan sistem lelang melalui platform digital GENESIS (Geothermal Energy Information System).

Platform ini menyediakan data geosains, pengeboran, dan sistem e-tendering yang dapat diakses oleh publik dan investor secara transparan.

“GENESIS akan mempercepat proses lelang dan menurunkan biaya birokrasi, sekaligus menarik investor global masuk ke sektor panas bumi,” ungkap pejabat EBTKE yang enggan disebut namanya.

Langkah ini sejalan dengan strategi transformasi digital sektor energi yang tengah digencarkan dalam Rencana Umum Energi Nasional (RUEN).

Daerah Tertinggal Jadi Prioritas Baru Energi

Salah satu aspek menarik dari lelang tahun ini adalah fokus pemerintah pada kawasan timur dan daerah tertinggal. Misalnya, WKP Banda Baru di Provinsi Maluku (25 MW) dan prospek Adum di NTT (30 MW) kini masuk daftar proyek prioritas nasional.

Direktur Jenderal EBTKE, Eniya Listiani Dewi, menyampaikan bahwa proyek Banda Baru akan dilelang bersamaan dengan peresmian PLTP Ijen oleh Presiden pada Mei 2025.

“Banda Baru menjadi simbol bagaimana panas bumi bisa menjadi pembuka akses energi di kawasan timur,” ujar Eniya beberapa waktu lalu.

10 WKP Panas Bumi Siap Dilelang

Lelang tahun ini mencakup 10 WKP dengan potensi daya sekitar 600 MW. Berikut adalah daftar lengkapnya:

  1. Danau Ranau – 42,6 MW (cadangan), 20 MW (pengembangan)
  2. Gunung Endut – 38 MW (cadangan), 35 MW (pengembangan)
  3. Gunung Galunggung – 110 MW (cadangan & pengembangan)
  4. Gunung Tampomas – 32 MW (cadangan), 30 MW (pengembangan)
  5. Gunung Ciremai – 27 MW (cadangan), 25 MW (pengembangan)
  6. Sonngoriti – 35 MW (cadangan & pengembangan)
  7. Oka Ile Ange – 31 MW (cadangan), 10 MW (pengembangan)
  8. Lainea – 66 MW (cadangan), 20 MW (pengembangan)
  9. Telaga Ranu – 72 MW (cadangan), 40 MW (pengembangan)
  10. Banda Baru – 25 MW (cadangan), 20 MW (pengembangan)

11 PSPE Buka Peluang Eksplorasi Baru

Tak hanya WKP, pemerintah juga membuka 11 wilayah prospek yang ditawarkan dalam bentuk PSPE, dengan potensi total melebihi 800 MW.

Beberapa area unggulan termasuk:

  • Jenawi, Jawa Tengah: 195 MW
  • Panti, Sumatera Barat: 131 MW
  • Cubadak, Sumatera Barat: 66 MW
  • Kadida, Sulawesi Tengah: 66 MW
  • Bituang, Sulawesi Selatan: 75 MW

Wilayah-wilayah ini dinilai memiliki prospek besar untuk dikembangkan sebagai sumber energi listrik berbasis panas bumi, terutama untuk menggantikan PLTD di daerah terpencil.

Langkah Konkret Kurangi Emisi

Program ini tidak hanya berdampak pada penguatan infrastruktur energi, tetapi juga merupakan bagian dari strategi jangka panjang pemerintah untuk menurunkan emisi karbon dan memperkuat energi bersih dalam bauran energi nasional.

“Kita ingin 23% bauran energi terbarukan pada 2025. Panas bumi akan jadi pilar utama pencapaian target itu,” ujar sumber di lingkungan Kementerian ESDM.

Keterbukaan informasi dan pemanfaatan teknologi digital seperti GENESIS menjadi indikator reformasi tata kelola energi nasional menuju arah yang lebih modern, efisien, dan berbasis data.

×

Selamat Datang

Masuk untuk komentar & diskusi.

Lupa Password?

Password dikirim ke email.

Exit mobile version