JAKARTA, BursaNusantara.com – PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) resmi mengumumkan pembagian dividen tunai sebesar Rp 172,26 miliar atau setara Rp 10 per saham dari laba bersih tahun buku 2024.
Pembagian dividen ini melonjak dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya dan mencerminkan kinerja keuangan yang semakin solid dari emiten sektor energi dan kimia tersebut.
Komitmen Nilai Jangka Panjang
Presiden Direktur dan CEO ESSA, Kanishk Laroya menegaskan, keputusan pembagian dividen ini sejalan dengan komitmen perusahaan dalam memberikan imbal hasil optimal bagi para pemegang saham.
Baca Juga: ESSA Industries: Laba Bersih Naik di 2024 Meski Pendapatan Turun
“Pembagian dividen ini menegaskan kembali komitmen kami untuk terus memberikan nilai jangka panjang,” kata Kanishk dalam keterangan resmi, Kamis (16/4/2025).
ESSA juga melaporkan posisi kas yang kuat sebesar US$ 63 juta, setelah berhasil melunasi seluruh kewajiban keuangannya.
Fokus Transformasi Energi Rendah Karbon
Meski meningkatkan imbal hasil kepada investor, ESSA tetap memprioritaskan ekspansi bisnis menuju energi ramah lingkungan.
Baca Juga: IHSG Terkoreksi, Saham ARTO hingga PTBA Jadi Rekomendasi Trading
Salah satu proyek utama adalah transformasi pabrik amoniak yang diarahkan menjadi fasilitas rendah karbon dengan target penyerapan emisi CO₂ sekitar 1 juta ton per tahun mulai kuartal IV-2028.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk memperkuat posisinya dalam industri energi bersih nasional.
Proyek SAF Jadi Andalan Masa Depan
ESSA juga terus mengembangkan portofolio energi hijau melalui proyek Sustainable Aviation Fuel (SAF) yang dikelola oleh anak usahanya, PT ESSA SAF Makmur (ESM).
Baca Juga: Anak ASII, Astra Graphia (ASGR) Raih Laba Bersih Naik 45% di 2024
Fasilitas manufaktur greenfield berteknologi tinggi akan dibangun di Jawa Tengah, dengan kapasitas produksi hingga 200.000 metrik ton SAF per tahun.
Proyek ini ditargetkan mulai beroperasi secara komersial pada kuartal I-2028 dan akan menjadi pilar penting dalam kontribusi ESSA terhadap transisi energi global.
Posisi Strategis Boy Thohir dan Vinod Laroya
Sebagai informasi, pemilik manfaat akhir dari ESSA adalah dua tokoh besar di dunia bisnis, Garibaldi Thohir (Boy Thohir) dan Chander Vinod Laroya.
Dengan struktur kepemilikan yang solid dan strategi diversifikasi yang jelas, ESSA dinilai berada pada posisi yang tepat untuk memimpin akselerasi energi bersih di Indonesia.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.









