Pasar Saham Indonesia Diwarnai Euforia Pasca Rekor Tertinggi
JAKARTA, BursaNusantara.com – Sehari setelah memecahkan rekor tertinggi sepanjang masa, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menunjukkan kekuatan psikologisnya di sesi I perdagangan Jumat (15/8/2025), dibuka menguat 36,52 poin atau 0,46% ke level 7.967,77. Pergerakan indeks yang berada di kisaran 7.927–7.971 memperlihatkan adanya tarik menarik antara aksi ambil untung jangka pendek dan optimisme lanjutan dari para pelaku pasar.
Bagi sebagian trader, pencapaian rekor all time high (ATH) bukan sekadar angka simbolis, tetapi sinyal kuat bahwa pasar telah memasuki fase optimisme baru. Pada Kamis (14/8/2025), IHSG mencetak ATH penutupan di level 7.931,25 dan rekor intraday di 7.973,98. Fenomena ini menandai babak baru yang jarang terjadi di Bursa Efek Indonesia, karena melibatkan kombinasi sentimen makro yang kondusif, aliran dana segar dari investor asing, dan rotasi sektor yang merata.
Lompatan Saham Top Gainers Jadi Sorotan
Hanya dalam hitungan menit sejak pembukaan, daftar top gainers langsung diisi oleh lima saham yang masing-masing melesat antara 7% hingga 22%. PT Equity Development Investment Tbk (GSMF) menjadi bintang utama dengan lonjakan 22,67%, diikuti PT Pakuan Tbk (UANG) yang terbang 14,62%.
Tak kalah mencuri perhatian, PT Sumber Sinergi Makmur Tbk (IOTF) dan PT Mandala Multifinance Tbk (MFIN) masing-masing melonjak 14,29%, sementara PT Jasnita Telekomindo Tbk (JAST) ikut terkerek 7,08%.
Kenaikan ini tidak semata-mata akibat faktor teknikal, melainkan cerminan dari perilaku investor yang berlomba masuk ke saham-saham dengan katalis positif atau potensi spekulasi jangka pendek pasca-ATH. Efek psikologis seperti ini sering memicu volume dan volatilitas yang di atas rata-rata, menciptakan peluang sekaligus risiko bagi trader harian.
Data Perdagangan Awal Sesi Tunjukkan Antusiasme Tinggi
Berdasarkan data RTI, perdagangan awal sesi I mencatat 2,08 miliar saham berpindah tangan dengan nilai transaksi Rp 1,28 triliun dalam 89.127 kali transaksi. Sebanyak 240 saham mencatat kenaikan, 138 terkoreksi, dan 222 stagnan.
Komposisi ini menunjukkan pasar masih berada dalam fase dominasi pembelian, namun juga mulai ada kelompok investor yang memilih mengamankan keuntungan cepat. Pola ini lazim terjadi setelah euforia rekor, di mana sebagian pelaku pasar mengantisipasi potensi koreksi teknikal jangka pendek.
Sinyal Teknikal Masih Mengarah Positif
Reliance Sekuritas menilai tren penguatan IHSG masih berlanjut. Secara teknikal, candle harian berbentuk white spinning top dengan posisi di atas moving average (MA) 5 dan MA20. Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) menunjukkan golden cross, yang biasanya diartikan sebagai sinyal bullish lanjutan.
Dengan dukungan ini, Reliance Sekuritas memproyeksikan IHSG bergerak di kisaran support 7.893 dan resistance 7.974. Level resistance ini penting diperhatikan karena berdekatan dengan rekor intraday kemarin, sehingga potensi breakout bisa menjadi pemicu reli lanjutan.
Saham Rekomendasi Jadi Incaran
Di tengah momentum ini, Reliance Sekuritas merekomendasikan saham-saham pilihan yang dinilai memiliki prospek teknikal dan fundamental menjanjikan, yakni PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO), PT Darma Henwa Tbk (DEWA), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF).
Empat saham ini mewakili sektor energi baru terbarukan, jasa pertambangan, energi terbarukan berbasis industri, dan consumer goods kombinasi sektor yang tengah mendapatkan sentimen positif dari tren global dan kebijakan domestik.
Psikologi Pasar: Antara Optimisme dan Kewaspadaan
Euforia pasca-ATH sering kali menciptakan dua kubu besar di pasar. Kubu pertama adalah investor optimistis yang melihat pencapaian ini sebagai awal tren naik yang lebih panjang. Kubu kedua adalah trader konservatif yang memilih berhati-hati, khawatir akan adanya koreksi tajam setelah reli.
Kedua kubu ini saling tarik menarik dalam menentukan arah pergerakan indeks. Fenomena top gainers seperti GSMF, UANG, dan IOTF adalah manifestasi dari kubu pertama yang agresif, sementara pergerakan sideways di indeks menunjukkan resistensi dari kubu kedua.
Peluang di Tengah Volatilitas
Bagi trader harian, kondisi pasar seperti ini memberikan peluang yang jarang terjadi. Lonjakan harga di saham-saham top gainers memicu arus masuk likuiditas, membuat spread perdagangan menjadi lebih lebar. Namun, volatilitas tinggi juga berarti risiko meningkat, sehingga strategi manajemen risiko menjadi krusial.
Investor jangka panjang cenderung lebih selektif, mengincar saham-saham rekomendasi seperti PGEO, DEWA, BREN, dan INDF yang memiliki potensi pertumbuhan berkelanjutan. Dengan tren energi terbarukan yang semakin menguat di pasar global, saham-saham sektor ini mendapat dukungan sentimen positif yang tidak hanya sesaat.
Kesimpulan Momentum Pasar
Meski potensi koreksi teknikal tetap ada, sinyal teknikal dan data perdagangan menunjukkan IHSG masih berada di jalur bullish jangka pendek. Euforia pasca-rekor ATH memperlihatkan bagaimana sentimen positif dapat mengangkat kinerja saham secara cepat, sekaligus menguji disiplin pelaku pasar dalam mengelola risiko.
Jika resistance 7.974 berhasil ditembus, peluang IHSG mencetak rekor intraday baru sangat terbuka. Sebaliknya, jika terjadi penolakan di level ini, investor perlu bersiap menghadapi konsolidasi sehat sebelum reli berikutnya dimulai.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.












