Geser Kebawah
BisnisPerdagangan & Industri

Freeport Dongkrak Impor Tembaga China di Tengah Krisis

96
×

Freeport Dongkrak Impor Tembaga China di Tengah Krisis

Sebarkan artikel ini
Freeport Dongkrak Impor Tembaga China di Tengah Krisis
Ekspor Freeport Indonesia bantu dorong rekor impor konsentrat tembaga China April 2025 di tengah jatuhnya tarif TC dan krisis pasokan global.

Ekspor Freeport Jadi Penyelamat Pasokan Smelter China

JAKARTA, BursaNusantara.com – Di tengah krisis pasokan global dan jatuhnya tarif pengolahan, ekspor konsentrat tembaga dari Freeport Indonesia menjadi penopang penting bagi industri smelter China yang kini berada dalam tekanan tinggi.

Pada April 2025, China mencatatkan rekor impor konsentrat tembaga mendekati 3 juta ton. Ini merupakan capaian tertinggi dalam tiga tahun terakhir, sekaligus meredakan tekanan pasokan di dalam negeri.

Sponsor
Iklan

Analis Mysteel Global, Li Chengbin, mengatakan pasokan dari Freeport menjadi salah satu faktor utama yang menjaga kelangsungan operasi smelter China tahun ini.

Smelter China Tertekan, TC Anjlok ke Zona Negatif

Saat ini, tarif pengolahan (treatment charges/TC) di pasar spot global terjun ke level negatif, yaitu minus US$ 57,50 per ton pada 9 Mei 2025. Turun dari minus US$ 52,80 per ton di akhir April, ini mencerminkan ketimpangan antara kapasitas smelter dan ketersediaan bijih tembaga.

Ekspansi smelter di China berlangsung masif, namun tidak diimbangi pasokan tambang baru. Akibatnya, smelter bersaing ketat demi mengamankan bahan baku, dengan konsekuensi biaya lebih tinggi.

Peran Indonesia dan Gangguan Filipina

Perpanjangan izin ekspor konsentrat Freeport oleh pemerintah Indonesia pada Maret lalu menjadi krusial. Izin itu berlaku hingga 16 September 2025 dengan kuota 1,4 juta wet metric ton.

Ekspor sempat tertunda dua bulan karena kebakaran di smelter Gresik, Jawa Timur. Namun kini ekspor Freeport mengalir kembali dan membantu menyeimbangkan pasokan global.

Di sisi lain, gangguan operasi di smelter Glencore Plc Filipina turut menambah tekanan pasokan, sekaligus membuka peluang ekspor baru bagi negara lain, termasuk Indonesia.

Ketegangan Dagang Memicu Aksi China

Permintaan tembaga China tetap tinggi meski ekonomi sedang melambat. Di saat yang sama, ketegangan dagang dengan Amerika Serikat mempersulit akses pasokan dari Barat, memaksa China mencari sumber stabil di Asia, termasuk dari Indonesia.

Dengan situasi ini, Freeport menjadi salah satu pemain strategis dalam rantai pasok tembaga global yang sangat dinamis saat ini.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru