Geser Kebawah
BisnisPerdagangan & Industri

Gerakan Advokasi Terintegrasi: Solusi Perlindungan Pekerja Industri Textil & Hantaran

81
×

Gerakan Advokasi Terintegrasi: Solusi Perlindungan Pekerja Industri Textil & Hantaran

Sebarkan artikel ini
Gerakan Advokasi Terintegrasi Solusi Perlindungan Pekerja Industri Textil & Hantaran
Gerakan advokasi terintegrasi pekerja IHT Indonesia perkuat hak, perlindungan sosial, dan kesejahteraan industri tekstil dan kerajinan menghadapi tantangan era teknologi dan regulasi.

Gerakan Advokasi Terintegrasi: Jawaban Pekerja IHT atas Tantangan Industri dan Regulasi

JAKARTA, BursaNusantara.com – Melalui gerakan advokasi terintegrasi, para pekerja Indonesia dari sektor Industry Handicraft and Textile (IHT) menegaskan aspiration mereka untuk mendapatkan perlindungan hak dan peningkatan kesejahteraan, di tengah dinamika industri yang semakin kompleks dan regulasi yang belum memadai.

Transformasi dinamika industri dan peran pekerja dalam menghadapi perubahan

Aspek utama yang mendorong gerakan ini adalah kebutuhan pekerja IHT untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi dan pasar global, yang memunculkan tantangan besar terhadap keberlanjutan dan keberadaan mereka.

Sponsor
Iklan

Para pekerja merasa bahwa selama ini, perlindungan hukum dan akses terhadap fasilitas sosial masih minim, sehingga mendorong mereka untuk bersatu sebagai kekuatan advokasi yang mampu menyuarakan aspirasi mereka secara lebih terorganisasi.

Penguatan kolaborasi dan sinergi dalam advokasi pekerja

Gerakan ini mengintegrasikan berbagai elemen, mulai dari serikat pekerja, organisasi profesi, hingga masyarakat sipil, untuk memperkuat posisi dan strategi dalam memperjuangkan hak-hak pekerja IHT secara efektif.

Ketua Gerakan Advokasi Terintegrasi menegaskan, kolaborasi ini diperlukan untuk mengatasi persoalan sistemik industri, termasuk kelangkaan pelatihan, minimnya perlindungan sosial, dan minimnya kebijakan yang mendukung keberlanjutan industri.

Fokus utama perjuangan dan strategi yang diadopsi

Fokus utama gerakan ini adalah peningkatan akses perlindungan sosial, perbaikan kondisi kerja, serta penetapan kebijakan yang lebih berpihak pada pekerja IHT dengan melibatkan stakeholder terkait secara langsung di tingkat nasional maupun daerah.

Strategi yang diambil mencakup advokasi legislatif, penguatan kapasitas pekerja, dan peningkatan awareness masyarakat mengenai pentingnya industri IHT sebagai bagian dari keberlanjutan ekonomi nasional.

Akibat dari keberhasilan dan tantangan yang dihadapi

Gerakan ini menargetkan terwujudnya regulasi yang lebih melindungi, serta peningkatan kesejahteraan pekerja secara nyata, namun tetap menghadapi tantangan besar dalam menembus kendala birokrasi dan sikap pragmatis dari pihak industri.

Para aktivis berharap langkah ini mampu memperkuat posisi pekerja dalam perumusan kebijakan dan mengintegrasikan kepentingan ekonomi dan sosial demi keberlanjutan industri IHT di masa depan.