Aksi KorporasiPasar

Golden Eagle Energy Resmi Kuasai 100% Bara Enim Sejahtera

155
Golden Eagle Energy Resmi Kuasai 100% Bara Enim Sejahtera
SMMT akuisisi penuh PT Bara Enim Sejahtera senilai Rp673,2 miliar. Transaksi tuntas 23 Juli 2025, tidak berdampak material ke operasi dan keuangan.

SMMT Rampungkan Akuisisi Total Bara Enim Sejahtera

JAKARTA, BursaNusantara.com – PT Golden Eagle Energy Tbk. (SMMT) secara resmi menyelesaikan akuisisi penuh atas PT Bara Enim Sejahtera (BES), mempertegas langkah ekspansi vertikalnya di sektor energi, khususnya batu bara.

Berdasarkan keterbukaan informasi yang dirilis Jumat (25/7), akuisisi dilakukan atas 128.155 lembar saham BES atau setara dengan 100% kepemilikan, dengan nilai transaksi mencapai Rp673,2 miliar.

Corporate Secretary SMMT, Susanti Nilam, menjelaskan bahwa pengambilalihan ini telah dinyatakan efektif sejak 23 Juli 2025, sesuai perjanjian akuisisi yang sebelumnya diumumkan kepada publik pada 9 Mei 2025, dan diperbarui pada 16 Juli 2025.

Nilai Transaksi Fantastis, Namun Tak Berdampak Material

Meskipun nilai akuisisi mencapai ratusan miliar rupiah, manajemen SMMT menegaskan bahwa transaksi tersebut tidak akan berdampak material terhadap kegiatan operasional, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha perseroan.

Pernyataan ini menandakan bahwa SMMT memiliki kapasitas finansial yang cukup kuat dan telah memperhitungkan risiko serta potensi dari langkah akuisisi strategis tersebut secara komprehensif.

Langkah ini juga menunjukkan bahwa akuisisi dilakukan sebagai bagian dari strategi jangka panjang, bukan reaksi atas tekanan keuangan jangka pendek.

Dengan portofolio baru ini, SMMT semakin memperkuat penguasaan rantai pasok di sektor energi, khususnya di tengah fluktuasi harga komoditas global yang terus menjadi perhatian investor.

Strategi Ekspansi Energi Batubara di Tengah Transisi Energi

Akuisisi BES dilakukan di tengah meningkatnya perdebatan soal transisi energi dan tren dekarbonisasi global, namun banyak emiten nasional justru mengonsolidasikan aset batubara untuk memperkuat kendali atas sumber daya strategis.

BES sendiri dikenal memiliki potensi cadangan batubara yang terukur, dan keberadaannya bisa memberikan nilai tambah bagi SMMT dalam memenuhi kebutuhan suplai jangka panjang maupun potensi ekspor.

Belum dijelaskan apakah BES akan langsung terintegrasi ke dalam operasi eksisting SMMT atau tetap dijalankan sebagai anak usaha terpisah dengan fokus mandiri.

Namun aksi ini dipastikan akan menjadi bagian penting dalam narasi ekspansi SMMT yang konsisten menjaga keberlanjutan bisnis berbasis komoditas energi.

Investor Tunggu Detail Integrasi dan Proyeksi Sinergi

Meski telah tuntas, SMMT belum merinci proyeksi kontribusi BES terhadap pendapatan, laba, atau volume produksi batu bara grup.

Para pelaku pasar kini mencermati bagaimana BES akan diintegrasikan secara finansial dan operasional ke dalam laporan keuangan konsolidasi SMMT pada kuartal mendatang.

Jika sinergi dapat diwujudkan dengan cepat, maka akuisisi ini bukan hanya memperluas basis aset tetapi juga berpotensi meningkatkan valuasi jangka menengah SMMT di pasar modal.

Namun, tanpa adanya dampak material dalam jangka pendek, aksi ini mungkin tidak langsung memicu reaksi pasar signifikan hingga munculnya hasil konkret dalam kinerja tahunan perusahaan.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Grafik tidak tersedia karena JavaScript dinonaktifkan di browser Anda.
×

Selamat Datang

Masuk untuk komentar & diskusi.

Lupa Password?

Password dikirim ke email.

Exit mobile version