BisnisInfrastruktur

GoTo Catat Lonjakan EBITDA dan GTV Inti di Kuartal I 2025

90
GoTo Catat Lonjakan EBITDA dan GTV Inti di Kuartal I 2025
GOTO raih EBITDA tertinggi untuk Fintech dan On-Demand, GTV inti tumbuh 54% YoY, bukti eksekusi strategi ekosistem yang kuat.

JAKARTA, BursaNusantara.com – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) memulai tahun 2025 dengan pencapaian signifikan yang mencerminkan kekuatan strategi dan model bisnis ekosistemnya.

Di kuartal pertama 2025, GoTo melaporkan EBITDA yang disesuaikan tertinggi yang pernah dicapai untuk unit bisnis Fintech dan On-Demand Services.

Pencapaian ini didukung oleh pertumbuhan Gross Transaction Value (GTV) inti sebesar 54% year-on-year menjadi Rp83,2 triliun, dan GTV grup secara keseluruhan yang meningkat 24% YoY menjadi Rp144,6 triliun.

Pendapatan dan EBITDA Grup Menguat

Pendapatan bersih GOTO naik signifikan sebesar 37% YoY mencapai Rp4,2 triliun.

Baca Juga: GOTO Kembangkan AI untuk Dongkrak Efisiensi dan Bisnis Fintech

Sementara itu, EBITDA grup yang disesuaikan mencapai Rp393 miliar, membalikkan posisi rugi pada kuartal yang sama tahun sebelumnya.

Hal ini menunjukkan peningkatan profitabilitas yang konsisten dan keberhasilan manajemen dalam menavigasi berbagai tantangan eksternal.

Fokus pada Pelanggan Premium dan Ekspansi Teknologi

Direktur Utama Grup GoTo, Patrick Walujo, menyebut momentum positif di awal tahun ini sebagai hasil dari eksekusi disiplin terhadap strategi jangka panjang.

Menurutnya, GoTo kini lebih fokus pada segmen pelanggan premium dengan daya beli tinggi dan keterlibatan yang kuat.

Baca Juga: Saham GOTO Melejit! Prospek Cerah dan Target Tinggi

Di sisi lain, inovasi produk dan investasi berkelanjutan dalam teknologi juga terus dilakukan untuk memperkuat daya saing dan memperluas jangkauan pasar.

Langkah ini dinilai mampu meningkatkan profitabilitas secara menyeluruh dan mengokohkan posisi bisnis di era digital yang semakin kompetitif.

Bisnis Pinjaman Tumbuh Signifikan

Simon Ho, Direktur Keuangan Grup GoTo, menambahkan bahwa meskipun kuartal pertama 2025 bertepatan dengan bulan Ramadan yang biasanya melambatkan pertumbuhan GoTo tetap mencetak kinerja impresif.

Portofolio pinjaman konsumen berhasil tumbuh 108% YoY, menjadikan lini Fintech sebagai motor pertumbuhan yang signifikan.

Layanan On-Demand juga menunjukkan kinerja positif dengan perbaikan margin selama tiga kuartal berturut-turut dan pertumbuhan GTV sebesar 17% YoY.

Imbalan Jasa dan Kinerja Tokopedia

GoTo memperoleh imbalan jasa e-commerce dari PT Tokopedia sebesar Rp217 miliar sepanjang kuartal I 2025.

Hal ini turut menyumbang pada pendapatan keseluruhan perusahaan dan menjadi indikasi sinergi yang kuat antar unit usaha dalam ekosistem.

Posisi Kas dan Strategi Buyback

Per akhir Maret 2025, GoTo mencatat kepemilikan kas dan setara kas, termasuk deposito jangka pendek, senilai Rp21 triliun atau sekitar US$1,3 miliar.

Dari sisi aksi korporasi, program pembelian kembali saham yang telah disetujui sejak Juni 2024 terus dilanjutkan.

Hingga kuartal pertama tahun ini, perusahaan telah melakukan buyback sebanyak 25,9 miliar lembar saham dengan nilai total sekitar US$99 juta atau setara Rp1,6 triliun.

Proyeksi EBITDA dan Tantangan Pasar

GoTo memproyeksikan EBITDA yang disesuaikan sepanjang 2025 akan berada di kisaran Rp1,4 triliun hingga Rp1,6 triliun.

Estimasi ini memperhitungkan kondisi pasar saat ini, termasuk potensi tekanan dari persaingan yang kian ketat, inflasi biaya operasional, serta ketidakpastian ekonomi global.

Kinerja kuartal awal ini menjadi fondasi penting bagi GoTo untuk melanjutkan akselerasi pertumbuhan dan mempertahankan posisi sebagai pemain dominan di sektor teknologi dan layanan digital Indonesia.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru

×

Selamat Datang

Masuk untuk komentar & diskusi.

Lupa Password?

Password dikirim ke email.

Exit mobile version