Pasar Batu Bara Global Kian Tertekan
JAKARTA, BursaNusantara.com – Harga batu bara global kembali tergelincir pada perdagangan Selasa (3/6/2025), menyusul kejatuhan harga batu bara termal di China ke level terendah sejak Maret 2021. Kabar ini diperburuk oleh lonjakan produksi dari India yang turut membanjiri pasar.
Harga batu bara Newcastle untuk kontrak Juni 2025 turun US$ 1,1 ke US$ 104,25 per ton. Untuk kontrak Juli dan Agustus, harga masing-masing melemah US$ 0,5 menjadi US$ 107 dan US$ 108,75 per ton.
Sementara itu, harga batu bara Rotterdam mencatat pergerakan beragam. Kontrak Juni justru naik US$ 0,5 menjadi US$ 97,15, sedangkan Juli dan Agustus turun tipis masing-masing US$ 0,1 dan US$ 0,05.
Harga Batu Bara China Sentuh Titik Terendah
Penurunan harga dipicu pelemahan permintaan di China yang dibarengi kelebihan pasokan. Harga batu bara kalori 5.500 kcal/kg di pelabuhan utara China jatuh ke 620 Yuan per ton atau sekitar US$ 86,2, menurut data Mysteel Global.
Harga itu sudah turun 40 Yuan dari awal Mei dan anjlok 260 Yuan dari tahun lalu. Ini menandai level terendah sejak Maret 2021, mencerminkan tekanan berat di pasar dalam negeri.
Permintaan dari sektor pembangkit listrik masih lesu. Stok batu bara di pelabuhan dan PLTU pun masih tinggi sehingga menekan ruang pemulihan harga di pasar spot.
Produksi Tambang Tetap Naik Meski Marjin Turun
Asosiasi Batu Bara Nasional China memperkirakan produksi domestik tahun ini tumbuh 5%. Ini jauh lebih tinggi dari proyeksi pertumbuhan permintaan yang hanya 1,5% hingga 2%.
Margin keuntungan tambang menyusut hampir 49% pada periode Januari-April. Namun produsen diperkirakan tetap akan mendorong produksi demi mempertahankan arus kas.
Di sisi lain, pembangkit listrik memilih menumpuk stok sebagai antisipasi musim panas. Kenaikan pasokan dari energi terbarukan dan optimalisasi kontrak jangka panjang juga menekan transaksi di pasar spot.
India Dorong Produksi Domestik
Dari India, lonjakan produksi mempertegas tekanan pada pasar global. Produksi batu bara India naik 3% menjadi 86,24 juta ton pada Mei 2025.
Kenaikan signifikan juga terjadi pada tambang captive dan komersial, yang naik menjadi 16,93 juta ton dari 13,83 juta ton tahun lalu. Stok batu bara nasional juga meningkat 29% menjadi 122,69 juta ton per akhir Maret.
Pemerintah India menegaskan komitmennya menjaga stabilitas pasokan dalam negeri dan mengurangi ketergantungan terhadap impor.
Langkah ini menjadi strategi jangka panjang untuk menjaga pertumbuhan sektor secara berkelanjutan.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.












