Harga BBM RON 92 Turun Serentak, Konsumen Dapat Angin Segar
JAKARTA, BursaNusantara.com – Di bulan Juni 2025, seluruh jaringan SPBU di Indonesia kompak memangkas harga bahan bakar minyak (BBM), khususnya jenis dengan kadar oktan 92 atau RON 92.
Kondisi ini memberi angin segar bagi masyarakat pengguna kendaraan roda dua dan roda empat yang selama ini mengandalkan BBM RON 92 untuk performa mesin optimal.
Pemangkasan harga BBM ini tidak hanya terjadi di SPBU milik BUMN, melainkan juga di operator swasta seperti Shell, BP dan Vivo.
Besaran penurunan bervariasi antara Rp 230 hingga Rp 390 per liter, tergantung penyedia dan wilayah distribusi.
Langkah serempak ini sekaligus membuka kembali persaingan sehat antar-operator dalam hal tarif, layanan, dan kualitas bahan bakar.
Tren Penurunan Harga BBM: Apakah Ini Sinyal Pemulihan?
Penurunan harga BBM RON 92 di bulan Juni menyentuh hampir seluruh penyedia.
PT Pertamina Persero misalnya, menurunkan harga Pertamax sebesar Rp 300 menjadi Rp 12.100 per liter.
Shell Indonesia juga memangkas harga Shell Super sebesar Rp 360 menjadi Rp 12.370 per liter.
Sementara itu, SPBU BP menurunkan harga BP 92 sebesar Rp 230 ke angka Rp 12.370 per liter.
Vivo sebagai pemain baru yang agresif di pasar, memberi kejutan dengan harga Revvo 92 turun paling besar, yakni Rp 390 menjadi Rp 12.340 per liter.
Jika dilihat dari perbedaan harga, selisih antarpemain hanya dalam rentang Rp 30, yang berarti kompetisi berlangsung ketat.
Apa Penyebab Harga BBM RON 92 Turun Bulan Ini?
Ada beberapa faktor yang diduga mendorong penurunan serentak ini di bulan Juni 2025.
Pertama, penyesuaian harga BBM non-subsidi secara berkala berdasarkan formula harga minyak dunia dan kurs rupiah terhadap dolar AS.
Kedua, fluktuasi harga minyak mentah global yang cenderung stabil di level menengah dalam beberapa minggu terakhir.
Ketiga, tekanan dari sisi konsumen yang mulai selektif memilih SPBU berdasarkan harga, layanan, dan transparansi takaran BBM.
Dan keempat, strategi promosi serta efisiensi distribusi dari masing-masing operator SPBU untuk mempertahankan loyalitas pelanggan.
Konsumen Makin Selektif, Transparansi Jadi Kunci
Dengan kisaran harga RON 92 yang kini sangat kompetitif, pilihan konsumen menjadi semakin strategis.
Di tengah kabar dugaan praktik kecurangan takaran di sejumlah SPBU, masyarakat kini lebih sadar akan pentingnya transparansi dan kredibilitas penyedia.
Konsumen tidak hanya menimbang harga, tetapi juga reputasi, kepastian takaran, dan layanan tambahan seperti kebersihan toilet, kenyamanan ruang tunggu, dan program loyalitas.
Kondisi ini mendorong SPBU memperkuat inovasi layanan dan komunikasi publik sebagai diferensiasi utama.
Daftar Harga BBM RON 92 per Selasa, 24 Juni 2025
Berikut adalah daftar harga terkini BBM RON 92 berdasarkan data resmi dari masing-masing operator SPBU:
- Pertamax (Pertamina): Rp 12.100 per liter
- Shell Super (Shell): Rp 12.370 per liter
- BP 92 (BP): Rp 12.370 per liter
- Revvo 92 (Vivo): Rp 12.340 per liter
Dengan data di atas, Vivo kini menjadi penyedia BBM RON 92 termurah di pasar, diikuti Pertamina, lalu Shell dan BP dengan harga setara.
Menariknya, Pertamina yang selama ini menjadi rujukan utama, justru tidak lagi memegang posisi harga terendah dalam kategori ini.
Langkah strategis Vivo dapat menjadi pemicu persaingan tarif lebih agresif dalam waktu dekat.
Siapa Diuntungkan? Dampaknya Tak Hanya ke Dompet
Bagi masyarakat pengguna kendaraan pribadi, tentu penurunan ini berdampak langsung pada efisiensi biaya operasional.
Pengusaha logistik dan jasa pengantaran juga diuntungkan, meski sebagian besar masih bergantung pada BBM solar atau jenis RON lebih rendah.
Namun lebih luas dari itu, stabilitas harga BBM juga memengaruhi inflasi, daya beli, dan ekspektasi pasar terhadap harga barang konsumsi lainnya.
Dalam konteks perekonomian, tren penurunan ini berpotensi menjadi katalis positif untuk menjaga inflasi tetap terkendali di semester II 2025.
Di sisi lain, operator SPBU perlu cermat menjaga margin keuntungan mereka tanpa mengorbankan kualitas layanan dan bahan bakar.
Akankah Tren Ini Berlanjut di Juli?
Pertanyaan terbesar publik saat ini adalah apakah harga BBM akan kembali turun di bulan Juli, atau justru kembali naik mengikuti tren harga minyak dunia.
Jika harga minyak mentah internasional tetap stabil, bukan tidak mungkin harga BBM RON 92 bisa kembali terkoreksi.
Namun sebaliknya, jika terjadi lonjakan harga minyak Brent atau kurs rupiah melemah tajam, penyesuaian ke atas dapat terjadi sewaktu-waktu.
Kuncinya tetap pada transparansi formula penentuan harga yang digunakan setiap operator.
Pemerintah sebagai pengawas industri juga harus proaktif menjamin keterbukaan informasi dan perlindungan konsumen.









