JAKARTA, BursaNusantara.com – Harga Bitcoin kembali mengalami penurunan signifikan. Namun, di saat banyak investor panik, Robert Kiyosaki justru tersenyum dan membeli lebih banyak.
Dalam unggahannya di akun X pada Kamis (27/2), penulis buku finansial terkenal Rich Dad Poor Dad itu menegaskan bahwa masalahnya bukan pada Bitcoin, melainkan pada sistem moneter AS yang semakin rapuh.
“Masalahnya bukan Bitcoin. Masalahnya adalah sistem moneter AS dan para bankir kriminal,” ujar Kiyosaki.
Lantas, mengapa ia begitu yakin Bitcoin adalah aset terbaik untuk dimiliki saat ini?
AS Bangkrut, Dolar AS Melemah
1. Utang Amerika Serikat Menggunung
Menurut Kiyosaki, ekonomi AS sedang menuju kehancuran karena jumlah utangnya yang terus meningkat. Ia mengungkapkan bahwa:
- Utang nasional AS telah mencapai lebih dari US$ 36 triliun.
- Jika ditambahkan dengan kewajiban sosial seperti Medicare dan Jaminan Sosial, total kewajiban AS melampaui US$ 230 triliun.
Angka yang fantastis ini menandakan bahwa AS semakin sulit membayar utangnya, terutama jika negara-negara seperti Jepang dan China berhenti membeli obligasi AS.
2. Obligasi AS Hanya Lelucon?
Kiyosaki menilai bahwa obligasi AS tidak lagi bernilai karena kepercayaan terhadap dolar semakin terkikis. Ia memperingatkan bahwa jika permintaan terhadap obligasi AS turun drastis, maka:
- Inflasi akan melonjak, dan daya beli masyarakat menurun.
- Dolar AS akan terdepresiasi, membuat harga barang semakin mahal.
- Kepercayaan dunia terhadap sistem keuangan AS akan runtuh.
Mengapa Bitcoin, Emas, dan Perak Lebih Baik?
Di tengah ketidakpastian ekonomi ini, Kiyosaki menegaskan bahwa Bitcoin adalah uang dengan integritas, berbeda dengan dolar AS yang ia sebut sebagai uang palsu.
“Saya akan menukar uang palsu dengan emas, perak, dan Bitcoin kapan pun mereka dijual,” tegasnya.
Ia percaya bahwa tiga aset ini adalah pelindung nilai terbaik dalam menghadapi potensi kehancuran ekonomi global.
Keunggulan Bitcoin Dibanding Dolar AS
- Bitcoin tidak bisa dicetak sesuka hati, berbeda dengan dolar AS yang bisa dikeluarkan tanpa batas oleh Federal Reserve.
- Bitcoin desentralisasi, tidak dikendalikan oleh pemerintah atau bank sentral mana pun.
- Bitcoin memiliki jumlah terbatas, hanya ada 21 juta BTC di dunia, sehingga nilainya cenderung meningkat seiring waktu.
Investasi Emas dan Perak Sebagai Alternatif
Selain Bitcoin, Kiyosaki juga merekomendasikan emas dan perak sebagai aset pelindung nilai yang kuat. Ia melihat logam mulia ini sebagai lindung nilai terbaik terhadap inflasi.
“Tingkatkan standar hidup Anda dengan berinvestasi emas, perak, dan Bitcoin hari ini,” ujarnya dalam unggahan lainnya pada Senin (24/2).
Bagaimana Dampaknya bagi Investor?
Ketika seorang investor berpengalaman seperti Kiyosaki mengambil posisi beli di saat harga Bitcoin turun, ada beberapa kemungkinan yang perlu dipertimbangkan:
- Bitcoin Bisa Naik Kembali
- Sejarah menunjukkan bahwa Bitcoin sering mengalami koreksi sebelum naik lebih tinggi.
- Jika inflasi AS benar-benar melonjak, permintaan Bitcoin bisa meningkat drastis.
- Dolar AS Semakin Melemah
- Dengan kebijakan moneter AS yang semakin tidak stabil, investor bisa semakin beralih ke aset alternatif seperti Bitcoin dan emas.
- Kiyosaki sendiri yakin bahwa dolar AS pada akhirnya akan runtuh.
- Investor Muda Bisa Mengikuti Tren
- Dengan makin banyaknya tokoh besar yang mendukung Bitcoin, generasi muda bisa semakin tertarik untuk berinvestasi di aset kripto.
Apakah Saatnya Borong Bitcoin?
Robert Kiyosaki bukan satu-satunya investor yang melihat Bitcoin sebagai masa depan keuangan dunia. Meskipun harga Bitcoin sedang turun, ia melihatnya sebagai kesempatan emas untuk membeli lebih banyak sebelum nilainya melesat lagi.
Namun, bagi investor pemula, penting untuk memahami bahwa Bitcoin tetap memiliki volatilitas tinggi. Lakukan riset mendalam sebelum berinvestasi, dan selalu gunakan strategi diversifikasi portofolio.
Akankah prediksi Kiyosaki terbukti benar? Hanya waktu yang bisa menjawab!
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.












