KomoditasPasar

Harga CPO Ambruk! Sentimen Ekspor Lemah Tekan Bursa Malaysia

83
Harga CPO Ambruk Sentimen Ekspor Lemah Tekan Bursa Malaysia
Harga kontrak CPO di Bursa Malaysia turun signifikan akibat melemahnya ekspor dan turunnya harga minyak kedelai, mencatat level terendah dalam tujuh minggu terakhir.

JAKARTA, BursaNusantara.com – Harga kontrak Crude Palm Oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives (BMD) kembali merosot pada Senin (24/3/2025). Penurunan ini dipicu oleh kekhawatiran melemahnya ekspor CPO serta penurunan harga minyak kedelai.

Harga CPO Melemah di Bursa Malaysia

Berdasarkan data BMD pada penutupan perdagangan Senin (24/3/2025), kontrak berjangka CPO mencatat penurunan signifikan:

  • Kontrak CPO April 2025 turun 62 Ringgit Malaysia menjadi 4.589 Ringgit Malaysia per ton.
  • Kontrak CPO Mei 2025 melemah 75 Ringgit Malaysia menjadi 4.432 Ringgit Malaysia per ton.
  • Kontrak CPO Juni 2025 terkoreksi 70 Ringgit Malaysia menjadi 4.305 Ringgit Malaysia per ton.
  • Kontrak CPO Juli 2025 turun 52 Ringgit Malaysia menjadi 4.125 Ringgit Malaysia per ton.
  • Kontrak CPO Agustus 2025 jatuh 42 Ringgit Malaysia menjadi 4.083 Ringgit Malaysia per ton.

Menurut analis minyak sawit David Ng, pelemahan harga ini disebabkan oleh sentimen negatif di pasar akibat lemahnya permintaan ekspor serta penurunan harga minyak kedelai yang turut menekan pasar minyak sawit.

Tren Harga dan Faktor Pemicu

Analis senior Fastmarkets Palm Oil Analytics, Dr. Sathia Varqa, menyatakan bahwa harga CPO telah mencapai level terendah dalam tujuh minggu terakhir. Faktor utama yang memengaruhi tren ini adalah:

  • Fokus pasar terhadap proyeksi peningkatan produksi CPO.
  • Penurunan ekspor yang telah berlangsung selama lima bulan berturut-turut.
  • Potensi peningkatan stok CPO pada akhir Maret 2025 setelah mengalami penurunan selama lima bulan sebelumnya.

David Ng juga menambahkan bahwa harga CPO saat ini berada pada level support di 4.150 Ringgit Malaysia per ton dengan resistance di 4.380 Ringgit Malaysia per ton.

Dengan tren penurunan ini, pelaku pasar akan mencermati perkembangan ekspor dan kebijakan yang dapat memengaruhi harga CPO dalam beberapa pekan ke depan.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Grafik tidak tersedia karena JavaScript dinonaktifkan di browser Anda.
×

Selamat Datang

Masuk untuk komentar & diskusi.

Lupa Password?

Password dikirim ke email.

Exit mobile version