KomoditasPasar

Harga CPO di Bursa Malaysia Bervariasi, Produksi dan Stok Menurun

111
Harga CPO Di Bursa Malaysia Bervariasi Produksi Dan Stok Menurun
Harga CPO di Bursa Malaysia Derivatives bergerak bervariasi akibat produksi dan stok yang menurun. Simak analisis pasar dan prediksi harga selengkapnya.

JAKARTA, BursaNusantara.com – Harga kontrak Crude Palm Oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives (BMD) mencatat pergerakan bervariasi pada Rabu (12/3/2025). Fluktuasi ini terjadi di tengah kekhawatiran pasar atas menurunnya produksi dan stok minyak sawit di Malaysia.

Pergerakan Harga Kontrak CPO

Berdasarkan data BMD, harga kontrak berjangka CPO mengalami perubahan sebagai berikut:

  • Maret 2025: Naik 22 Ringgit Malaysia menjadi 4.759 Ringgit Malaysia per ton.
  • April 2025: Stabil di 4.633 Ringgit Malaysia per ton.
  • Mei 2025: Turun 1 Ringgit Malaysia menjadi 4.487 Ringgit Malaysia per ton.
  • Juni 2025: Tetap di 4.370 Ringgit Malaysia per ton.
  • Juli 2025: Melemah 6 Ringgit Malaysia menjadi 4.268 Ringgit Malaysia per ton.
  • Agustus 2025: Terpangkas 3 Ringgit Malaysia menjadi 4.209 Ringgit Malaysia per ton.

Menurut pedagang minyak sawit David Ng, pelemahan harga ini dipengaruhi oleh kekhawatiran terhadap produksi yang lebih rendah dan stok yang menipis di Malaysia. “Dari sisi teknikal, harga CPO saat ini berada di level support 4.400 Ringgit Malaysia per ton dengan resistance di 4.650 Ringgit Malaysia per ton,” ujar Ng.

Prediksi Pergerakan Harga CPO

CGS International Securities Malaysia Sdn Bhd memperkirakan harga spot CPO akan bertahan dalam kisaran 4.500 – 4.600 Ringgit Malaysia per ton sepanjang bulan ini. Faktor utama yang memengaruhi adalah ketatnya pasokan akibat berkurangnya jam kerja selama bulan puasa, yang berdampak pada produktivitas tenaga kerja di sektor perkebunan.

“Kami memprediksi ekspor minyak sawit akan tetap lemah pada Maret, terutama karena harga premium CPO dibandingkan minyak nabati pesaing yang membatasi permintaan,” tulis CGS International dalam analisisnya.

Harga CPO di Bursa Malaysia Bervariasi, Produksi dan Stok Menurun

Selain itu, berdasarkan survei yang dilakukan oleh Intertek Testing Services, ekspor minyak sawit Malaysia dalam periode 1-10 Maret 2025 mengalami penurunan sebesar 25% secara bulanan (month-on-month/m-o-m) dibandingkan periode yang sama pada Februari 2025. Hal ini semakin memperkuat sentimen pasar terhadap potensi berlanjutnya tekanan harga CPO dalam beberapa pekan mendatang.

Dengan berbagai faktor yang mempengaruhi pergerakan harga, pelaku industri dan investor di sektor minyak sawit perlu mencermati perkembangan pasar global guna mengantisipasi potensi risiko dan peluang yang ada.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Grafik tidak tersedia karena JavaScript dinonaktifkan di browser Anda.
×

Selamat Datang

Masuk untuk komentar & diskusi.

Lupa Password?

Password dikirim ke email.

Exit mobile version