Geser Kebawah
KomoditasPasar

Harga CPO di Bursa Malaysia Melejit Ikuti Minyak Kedelai

409
×

Harga CPO di Bursa Malaysia Melejit Ikuti Minyak Kedelai

Sebarkan artikel ini
Harga CPO di Bursa Malaysia Melejit Ikuti Minyak Kedelai
Harga kontrak CPO di Bursa Malaysia melesat hingga 69 Ringgit per ton pada Jumat (22/8/2025), dipicu kenaikan minyak kedelai global dan ekspor kuat.

Lonjakan Harga CPO Jadi Sorotan Pasar

JAKARTA, BursaNusantara.com – Harga kontrak Crude Palm Oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives (BMD) menutup perdagangan Jumat (22/8/2025) dengan lonjakan tajam.

Kenaikan ini selaras dengan pergerakan harga minyak kedelai dunia yang menjadi salah satu komoditas substitusi utama CPO di pasar global.

Sponsor
Iklan

Berdasarkan data resmi BMD, kontrak berjangka CPO September 2025 melompat 62 Ringgit Malaysia menjadi 4.453 Ringgit Malaysia per ton.

Untuk kontrak Oktober 2025, penguatan lebih besar terjadi dengan tambahan 69 Ringgit Malaysia sehingga harga bertengger di 4.498 Ringgit Malaysia per ton.

Sementara itu, kontrak CPO November 2025 juga melesat 69 Ringgit Malaysia hingga mencapai 4.529 Ringgit Malaysia per ton.

Kontrak Desember 2025 pun mencatat kenaikan serupa sebesar 69 Ringgit Malaysia dan ditutup di level 4.546 Ringgit Malaysia per ton.

Kontrak 2026 Ikut Menguat

Momentum penguatan berlanjut ke kontrak tahun depan dengan Januari 2026 yang naik 66 Ringgit Malaysia ke 4.547 Ringgit Malaysia per ton.

Kontrak Februari 2026 juga mencatat kenaikan 66 Ringgit Malaysia hingga berada di posisi 4.528 Ringgit Malaysia per ton.

Konsistensi penguatan di hampir semua seri kontrak mencerminkan keyakinan pasar bahwa tren bullish CPO masih terjaga.

Pelaku pasar melihat sentimen positif ini sebagai cerminan kuatnya permintaan minyak nabati di tengah dinamika global.

Faktor Pendorong Reli CPO

Trader komoditas David Ng menyebutkan lonjakan harga CPO sejalan dengan kenaikan harga minyak kedelai global yang mendominasi pasar nabati dunia.

Harga kedelai yang lebih tinggi otomatis meningkatkan daya tarik CPO sebagai alternatif yang lebih kompetitif di rantai pasok internasional.

Selain itu, performa ekspor CPO Malaysia yang tetap solid menjadi tambahan energi bagi tren kenaikan harga saat ini.

Negara tujuan ekspor utama seperti India dan Tiongkok disebut masih menyerap volume besar CPO, menjaga kestabilan permintaan.

Kombinasi faktor substitusi minyak nabati dan arus ekspor yang kuat mendorong harga CPO bergerak di atas ekspektasi pelaku pasar.

Level Teknis Jadi Acuan

Menurut David Ng, level support harga CPO kini berada di kisaran 4.500 Ringgit Malaysia per ton setelah reli dua pekan terakhir.

Adapun resistance terdekat berada pada level 4.680 Ringgit Malaysia per ton yang bisa menjadi tantangan berikutnya bagi laju kenaikan.

Analis melihat, jika level resistance ditembus, peluang reli lanjutan akan semakin terbuka dengan target psikologis 4.700 Ringgit Malaysia.

Sebaliknya, jika terjadi koreksi, pasar memperkirakan harga masih akan bertahan di area support 4.500 Ringgit Malaysia per ton.

Situasi ini menciptakan ruang spekulasi tinggi, terutama bagi pelaku komoditas yang aktif memanfaatkan momentum jangka pendek.

Dampak Terhadap Investor dan Industri

Reli harga CPO di Bursa Malaysia memberi sinyal positif bagi emiten perkebunan yang memiliki eksposur besar pada komoditas ini.

Kenaikan harga berpotensi mendongkrak margin keuntungan perusahaan, terutama yang berorientasi ekspor.

Investor pun menaruh perhatian besar karena reli CPO sering kali berkorelasi dengan pergerakan saham sektor agrikultur di kawasan Asia Tenggara.

Selain itu, stabilitas ekspor yang disebut David Ng dapat memperkuat sentimen bahwa permintaan global masih tangguh di tengah fluktuasi harga energi.

Dengan momentum ini, pasar memandang CPO sebagai instrumen strategis yang bisa menjadi penopang perekonomian kawasan dalam beberapa waktu ke depan.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Tinggalkan Balasan