Krisis Timur Tengah Dorong Permintaan Biodiesel dan Minyak Nabati Global
JAKARTA, BursaNusantara.com – Harga CPO hari ini mencatatkan lonjakan paling signifikan dalam tiga tahun terakhir pada perdagangan Senin, 9 Maret 2026.
Berdasarkan data Bursa Malaysia Derivatives Exchange (BDM), kontrak berjangka minyak sawit mentah untuk pengiriman Mei terpantau melesat hingga 6,78 persen.
Posisi harga tertahan pada level 4.663 ringgit Malaysia per ton hingga jeda perdagangan tengah hari setelah sempat menyentuh angka lebih tinggi.
Pada awal pembukaan, kontrak komoditas ini bahkan sempat melonjak lebih dari 9 persen menuju level 4.803 ringgit per ton.
Capaian tersebut merupakan level harga tertinggi yang pernah diraih oleh minyak sawit mentah dalam kurun waktu lebih dari satu tahun terakhir.
Reli Pasar Energi dan Ekspektasi Permintaan Biodiesel
Menurut riset Sunvin Group, lonjakan tajam ini terjadi menyusul reli luar biasa pada pasar energi serta harga minyak nabati pesaing.
Kenaikan harga minyak mentah dunia yang melampaui 25 persen mendorong ekspektasi pasar terhadap peningkatan permintaan bahan baku biodiesel.
Lihat berita terbaru lainnya di Google Berita | Bursa Nusantara
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.












