KomoditasPasar

Harga CPO Melejit, Permintaan Biofuel Global Dorong Reli Baru

98
Harga CPO Melejit, Permintaan Biofuel Global Dorong Reli Baru
Harga kontrak CPO di Bursa Malaysia melonjak tajam per 5 Agustus 2025, didorong ekspektasi permintaan biofuel global dan potensi perlambatan produksi sawit.

Reli Harga CPO Dipicu Ledakan Permintaan Biofuel Global

JAKARTA, BursaNusantara.com – Reli tajam kembali mewarnai pasar minyak sawit global, setelah kontrak Crude Palm Oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives (BMD) melonjak signifikan pada penutupan Selasa (5/8/2025), dipicu oleh lonjakan ekspektasi terhadap permintaan biofuel global yang semakin masif.

Pasar komoditas mencatat kenaikan pada seluruh tenor kontrak berjangka CPO, menunjukkan antusiasme investor terhadap potensi lonjakan permintaan energi terbarukan di tengah tekanan geopolitik dan transisi energi.

Khusus kontrak Agustus 2025, harga CPO tercatat naik 84 Ringgit Malaysia (RM) dan ditutup di level RM 4.250 per ton.

Kontrak September 2025 bahkan mencatat penguatan lebih tinggi, yakni 98 RM ke posisi RM 4.272 per ton, sementara kontrak Oktober 2025 terkerek 103 RM menjadi RM 4.290 per ton.

Penguatan juga terjadi pada kontrak November 2025 sebesar 100 RM ke level RM 4.300 per ton, Desember 2025 naik 91 RM menjadi RM 4.305 per ton, dan Januari 2026 melonjak 87 RM ke posisi RM 4.310 per ton.

Ekspektasi Biofuel Jadi Motor Utama Penguatan CPO

Analis senior David Ng menilai bahwa penguatan ini ditopang langsung oleh ekspektasi pertumbuhan kebutuhan global terhadap bahan bakar nabati (biofuel), yang dipicu ketegangan geopolitik serta tekanan harga minyak fosil di pasar dunia.

Menurutnya, banyak negara mulai memperluas bauran energi mereka dan mendorong penggunaan biofuel berbasis minyak sawit sebagai alternatif yang lebih murah dan ramah lingkungan.

Kebijakan mandatori biodiesel dari negara-negara Asia Tenggara, khususnya Indonesia dan Malaysia, menjadi katalis penting dalam tren penguatan harga CPO jangka pendek.

Sentimen ini diperkuat dengan kecenderungan negara-negara Eropa dan Amerika Latin yang mulai mempertimbangkan impor CPO dalam jumlah besar sebagai bagian dari program energi hijau nasional mereka.

Lonjakan ini terjadi dalam konteks permintaan energi terbarukan yang kini menjadi agenda utama banyak negara untuk menjaga ketahanan energi sekaligus mengurangi emisi karbon.

Produksi Diprediksi Melambat, Tekan Sisi Pasokan

Selain lonjakan permintaan, sisi pasokan juga memberikan tekanan terhadap harga CPO.

David Ng menyebutkan bahwa kekhawatiran atas perlambatan produksi CPO ikut memperkuat reli harga dalam beberapa sesi terakhir.

Produksi sawit dari Malaysia dan sebagian wilayah Indonesia diperkirakan akan mengalami penurunan akibat gangguan cuaca serta siklus peremajaan kebun yang belum optimal.

Fenomena El Niño yang berkepanjangan juga disebut turut berdampak pada penurunan produktivitas tandan buah segar (TBS) dan efisiensi proses ekstraksi minyak.

Tekanan terhadap sisi pasokan ini membuat pasar menjadi lebih sensitif terhadap proyeksi stok minyak sawit global, terutama menjelang akhir tahun.

Dengan permintaan yang terus tumbuh dan pasokan yang tidak bertambah secara signifikan, tekanan naik terhadap harga akan terus mendominasi pasar.

Level Support Kuat Terjaga, Potensi Menuju Resistance Baru

Secara teknikal, David Ng menyebut harga CPO saat ini berada di atas area support penting di RM 4.200 per ton, yang telah teruji dalam beberapa pekan terakhir.

Level resistance berikutnya berada di kisaran RM 4.350 per ton, yang apabila ditembus, bisa membuka ruang reli lebih lanjut ke RM 4.400 atau bahkan RM 4.500 per ton.

Sentimen positif ini membuka peluang besar bagi para eksportir dan pelaku usaha kelapa sawit untuk merancang strategi baru dalam pengelolaan kontrak dan distribusi.

Investor di sektor agrikultur dan energi terbarukan juga mulai melihat CPO sebagai aset strategis yang tak hanya menjanjikan potensi margin, tetapi juga stabilitas jangka panjang.

Kondisi teknikal yang solid dan prospek permintaan jangka menengah menjadikan CPO sebagai salah satu komoditas paling menarik di tengah transisi energi global saat ini.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

×

Selamat Datang

Masuk untuk komentar & diskusi.

Lupa Password?

Password dikirim ke email.

Exit mobile version