JAKARTA, BursaNusantara.com – Harga minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) di Bursa Malaysia Derivatives (BMD) mengalami penurunan tajam pada perdagangan Senin (10/3/2025). Pelemahan ini disebabkan oleh data terbaru dari Malaysian Palm Oil Board (MPOB) yang menunjukkan penurunan ekspor serta peningkatan stok dalam negeri.
Penurunan Harga Kontrak CPO
Berdasarkan data Bursa Malaysia Derivatives, sejumlah kontrak berjangka CPO mengalami pelemahan signifikan:
- Maret 2025: Turun 94 Ringgit Malaysia menjadi 4.776 Ringgit Malaysia per ton.
- April 2025: Merosot 108 Ringgit Malaysia menjadi 4.616 Ringgit Malaysia per ton.
- Mei 2025: Anjlok 126 Ringgit Malaysia menjadi 4.499 Ringgit Malaysia per ton.
- Juni 2025: Melemah 124 Ringgit Malaysia menjadi 4.382 Ringgit Malaysia per ton.
- Juli 2025: Turun 111 Ringgit Malaysia menjadi 4.278 Ringgit Malaysia per ton.
- Agustus 2025: Terkoreksi 94 Ringgit Malaysia menjadi 4.215 Ringgit Malaysia per ton.
Menurut pedagang minyak sawit David Ng, pelemahan harga CPO ini terjadi akibat turunnya ekspor dan meningkatnya stok dalam negeri. “Kami melihat harga CPO mendapat support di level 4.450 Ringgit Malaysia per ton, sementara level resistance berada di 4.700 Ringgit Malaysia per ton,” ujarnya.
Data Ekspor dan Stok CPO
Laporan terbaru MPOB mencatat bahwa ekspor minyak sawit Malaysia mengalami penurunan drastis pada Februari 2025:
- Ekspor turun 16,27% menjadi 1 juta ton, dibandingkan 1,19 juta ton pada Januari 2025.
- Produksi CPO mengalami penurunan 4,16% atau sekitar 51.516 ton, menjadi 1,18 juta ton dibandingkan 1,23 juta ton pada bulan sebelumnya.
- Stok minyak sawit dalam negeri meningkat 4,66%, mencapai 826.248 ton dibandingkan 789.435 ton pada Januari 2025.
Faktor Pemicu Penurunan Harga CPO
Selain data ekspor dan stok, harga CPO juga dipengaruhi oleh pergerakan harga minyak kedelai di pasar global. Minyak kedelai yang lebih murah membuat permintaan CPO ikut melemah. Para analis memprediksi volatilitas harga masih akan berlanjut dalam beberapa pekan mendatang, seiring dengan dinamika pasar komoditas global.
Pasar kini menantikan langkah kebijakan lebih lanjut dari pemerintah Malaysia terkait strategi ekspor dan kebijakan stok dalam negeri guna menjaga stabilitas harga minyak sawit di pasar internasional.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.







