Geser Kebawah
HeadlineKomoditasPasar

Harga Emas Anjlok 1,5%, Diprediksi Terus Turun hingga April 2025

203
×

Harga Emas Anjlok 1,5%, Diprediksi Terus Turun hingga April 2025

Sebarkan artikel ini
harga emas anjlok 1,5%, diprediksi terus turun hingga april 2025 kompres
Harga emas anjlok 1,5% ke US$2.883. Analis ungkap penyebabnya: perdamaian Rusia-Ukraina & meredanya perang dagang global. Simak proyeksi hingga April 2025!

Situasi Terkini Harga Emas

JAKARTA, BursaNusantara.com – Harga emas saat ini tengah menghadapi tekanan besar di pasar global. Pada Jumat (14/2/2025), harga emas ditutup anjlok 1,5% ke level US$2,883 per troy ounce.

Angka ini menjadi sorotan setelah rekor tertinggi sepanjang masa (ATH) dicapai pada 11 Februari lalu di US$2,942,5. Penurunan harga ini mencerminkan kondisi pasar yang sedang dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal.

Sponsor
Iklan

Faktor yang Mendorong Penurunan Harga

Potensi Perdamaian Rusia-Ukraina

Analis komoditas keuangan, Ibrahim Assuaibi, menyebut bahwa salah satu faktor utama penurunan harga emas adalah potensi perdamaian antara Rusia dan Ukraina.

Rencana pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin menjadi indikator bahwa konflik tersebut kemungkinan akan segera berakhir.

“Meski demikian, ini sudah menjadi pertanda bahwa dalam jangka waktu dekat perang Rusia-Ukraina akan segera berakhir,” ujar Ibrahim kepada Investor Daily, Minggu (16/2/2025). Perdamaian ini diperkirakan akan menekan permintaan akan emas sebagai aset safe haven karena risiko geopolitik berkurang.

Meredanya Perang Dagang Global

Faktor kedua yang turut menekan harga emas adalah meredanya intensitas perang dagang global. Presiden Trump baru-baru ini meminta tim ekonominya untuk merumuskan tarif balasan dan menundanya hingga April mendatang.

Langkah ini ditafsirkan oleh pasar sebagai sinyal bahwa perang dagang mulai mereda, sehingga mengurangi daya tarik emas sebagai pelindung nilai. “Dengan ditunda hingga April, artinya perang dagang mereda dan membuat harga emas turun,” papar Ibrahim.

Kondisi ini terjadi di tengah inflasi AS yang masih tinggi dan kemungkinan The Fed akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan Maret mendatang.


Prediksi Teknis dan Implikasi Global

Proyeksi Teknis Harga Emas

Berdasarkan analisis teknikal, Ibrahim Assuaibi memprediksi bahwa harga emas akan bergerak turun ke level support di US$2,852 pada pekan ini.

Jika level support tersebut tertembus, harga emas diperkirakan akan jatuh ke kisaran US$2,800. Secara teknikal, pencapaian level US$3,000 dianggap sangat sulit dalam kondisi pasar saat ini.

Ibrahim menambahkan, “Kecenderungan harga emas akan terus mengalami penurunan secara mingguan hingga paling rendah akan menyentuh level US$2,710.”

Dampak Kebijakan dan Faktor Global

Selain faktor teknikal, kebijakan ekonomi global turut berperan. Perang dagang yang mereda dan keputusan penundaan tarif oleh AS menciptakan kondisi yang mendukung penurunan harga emas.

Di sisi lain, inflasi AS yang masih tinggi dan data ritel yang terus menurun selama hampir dua tahun memberikan tekanan tambahan.

Kondisi ini berpotensi menurunkan pertumbuhan ekonomi AS pada kuartal I-2025, sehingga menekan permintaan investasi di aset safe haven seperti emas.

Implikasi bagi Investor Global

Penurunan harga emas akan berdampak pada strategi investasi para pelaku pasar. Investor yang sebelumnya mengalihkan dana ke emas sebagai pelindung nilai kini harus meninjau kembali portofolio mereka, terutama jika kondisi geopolitik dan perang dagang mulai mereda.

Meski demikian, beberapa analis berpendapat bahwa jika ada negara BRICS yang akhirnya terkena tarif, hal ini akan mendukung penguatan harga emas kembali. Hal ini menunjukkan bahwa pasar tetap dinamis dan faktor eksternal dapat dengan cepat mengubah sentimen pasar.


Kesimpulan dan Harapan Masa Depan

Dalam kondisi pasar yang penuh dinamika, harga emas diperkirakan akan terus mengalami penurunan hingga mencapai support kritis di sekitar US$2,852, dengan potensi terjatuh hingga US$2,710 jika tekanan pasar terus berlanjut.

Potensi perdamaian antara Rusia dan Ukraina serta meredanya perang dagang global menjadi faktor utama yang mendorong penurunan harga emas.

Sementara itu, keputusan penundaan tarif oleh AS menandakan upaya untuk menekan eskalasi konflik perdagangan, yang turut mengurangi permintaan atas aset safe haven seperti emas.

Bagi investor, situasi ini membuka peluang untuk mengakumulasi emas pada level harga yang lebih rendah, meskipun perlu diwaspadai bahwa kondisi ekonomi global yang terus berubah dapat membawa risiko tambahan.

Oleh karena itu, strategi investasi harus selalu disesuaikan dengan perkembangan situasi geopolitik dan kebijakan moneter global. Dengan pemantauan yang cermat, peluang untuk mendapatkan keuntungan dari pergerakan harga emas yang volatil tetap terbuka, meskipun pasar menunjukkan tren penurunan saat ini.

Ke depan, perkembangan pertemuan antara Trump dan Putin serta dinamika kebijakan tarif AS terhadap negara-negara BRICS akan menjadi indikator penting dalam menentukan arah harga emas.

Investor global diharapkan untuk terus mengikuti perkembangan ini dengan seksama, karena setiap perubahan signifikan dapat mengakibatkan fluktuasi tajam dalam nilai emas.

Dalam konteks pasar yang terus berkembang, pemahaman mendalam mengenai faktor-faktor yang memengaruhi harga emas akan menjadi kunci dalam merumuskan strategi investasi yang tepat dan adaptif.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.