Geser Kebawah
KomoditasPasar

Harga Emas Anjlok, Data Inflasi Jadi Fokus Investor

213
×

Harga Emas Anjlok, Data Inflasi Jadi Fokus Investor

Sebarkan artikel ini
Harga Emas Anjlok, Data Inflasi Jadi Fokus Investor
Harga emas spot turun 0,7% ke US$2.894,55 per ons setelah reli rekor; investor antisipasi data inflasi AS dan kebijakan tarif Trump.

JAKARTA, BursaNusantara.com – Penurunan harga emas kembali menjadi perbincangan hangat di kalangan investor.

Berdasarkan data terbaru yang dirilis oleh Reuters, pada Rabu (26/2/2025) harga emas spot turun 0,7% menjadi US$2.894,55 per ons troi, setelah sebelumnya sempat mencetak reli rekor di level US$2.956,15 pada Senin (24/2/2025).

Sponsor
Iklan

Kondisi ini terjadi di tengah antisipasi kuat dari investor terhadap data inflasi Amerika Serikat (AS) yang akan dirilis pada akhir pekan serta perkembangan kebijakan tarif impor dari Presiden AS Donald Trump.

Penurunan Harga Emas Pasar Spot

Pada pagi hari Rabu, pergerakan harga emas di pasar spot menunjukkan tren penurunan yang cukup signifikan.

Harga emas berjangka juga mengalami koreksi dengan penurunan sebesar 0,4% menjadi US$2.908,10 per ons. Data menunjukkan bahwa penurunan ini terjadi setelah reli emas mencapai titik tertinggi yang memicu aksi profit taking di pasar.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penurunan

Salah satu faktor utama yang memicu penurunan harga emas adalah ekspektasi pasar terkait data inflasi AS.

Investor menyayangkan bahwa jika inflasi menunjukkan angka yang lebih tinggi dari perkiraan, kemungkinan The Fed akan menunda pemangkasan suku bunga.

Hal ini dapat mengurangi daya tarik emas sebagai aset safe haven.

Selain itu, kebijakan tarif impor yang diinstruksikan oleh Presiden Donald Trump pada Selasa (25/2/2025) juga memicu kekhawatiran di kalangan pasar.

Trump memerintahkan penyelidikan atas kemungkinan tarif baru pada impor tembaga, yang merupakan logam strategis dan berkaitan dengan berbagai sektor industri.

Ketidakpastian kebijakan tarif ini meningkatkan volatilitas di pasar komoditas, sehingga mendorong koreksi harga emas.

Pengaruh Kebijakan dan Data Ekonomi Global

Kebijakan Tarif dan Dampaknya

Kebijakan tarif impor yang sedang diperbincangkan oleh Presiden Trump menjadi salah satu pemicu aksi jual di pasar emas.

Tekanan untuk memperkuat produksi domestik melalui tarif impor menimbulkan kekhawatiran bahwa langkah tersebut dapat memicu perang dagang, yang pada gilirannya akan berdampak pada stabilitas pasar global.

Dalam situasi seperti ini, meskipun emas dikenal sebagai lindung nilai terhadap inflasi, tekanan eksternal semacam ini bisa menyebabkan koreksi harga secara sementara.

Data Inflasi dan Peran Bank Sentral

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.