HeadlineKomoditasPasar

Harga Emas Antam Hari Ini Masih Stagnan

77
Harga Emas Antam Hari Ini Masih Stagnan
Harga emas Antam 1 gram stagnan di Rp1.965.000 per Sabtu (19/4), mencerminkan tren konsolidasi pasar di tengah ketidakpastian global.

JAKARTA, BursaNusantara.com – Harga emas batangan bersertifikat PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) masih belum bergerak pada Sabtu, 19 April 2025.

Mengutip situs resmi Logam Mulia, harga pecahan 1 gram emas Antam bertahan di angka Rp1.965.000 per gram, sama seperti posisi terakhir pada Jumat (18/4).

Kondisi ini menunjukkan pasar emas tengah memasuki fase konsolidasi, ditandai oleh minimnya pergerakan harga di tengah ketidakpastian global.

Stabilitas harga ini juga menandakan bahwa permintaan dan suplai sedang dalam keseimbangan, meskipun investor tetap mewaspadai risiko geopolitik dan arah kebijakan suku bunga global.

Harga Buyback Tak Berubah

Selain harga jual, harga buyback atau pembelian kembali oleh Antam juga stabil di Rp1.814.000 per gram.

Ketidakberubahan ini mencerminkan kehati-hatian pelaku pasar dalam merespons tren global serta potensi gejolak nilai tukar dan inflasi.

Sebagian pelaku pasar menilai kondisi stagnan ini bisa menjadi peluang untuk mulai mengakumulasi logam mulia sebelum potensi kenaikan harga di masa mendatang.

Daftar Harga Emas Antam Berdasarkan Ukuran

Berikut rincian harga emas Antam berdasarkan berat batangan per 19 April 2025 (belum termasuk pajak):

Berat EmasHarga per Batang
0,5 gramRp1.032.500
1 gramRp1.965.000
5 gramRp9.600.000
10 gramRp19.145.000
25 gramRp47.737.000
50 gramRp95.395.000
100 gramRp190.712.000
250 gramRp476.515.000
500 gramRp952.820.000
1.000 gramRp1.905.600.000

Ukuran Kecil, Harga per Gram Lebih Mahal

Perlu diketahui, harga per gram emas Antam akan berbeda tergantung berat batangannya.

Emas berukuran kecil cenderung lebih mahal per gram karena adanya biaya cetak dan distribusi yang lebih tinggi.

Sebaliknya, emas dalam ukuran besar seperti 1.000 gram lebih ekonomis secara satuan dan kerap dijadikan acuan pelaku bisnis emas.

Dengan tingkat volatilitas global yang belum mereda, investor jangka panjang umumnya tetap menempatkan emas sebagai instrumen lindung nilai untuk menjaga kestabilan portofolio investasi mereka.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Grafik tidak tersedia karena JavaScript dinonaktifkan di browser Anda.
×

Selamat Datang

Masuk untuk komentar & diskusi.

Lupa Password?

Password dikirim ke email.

Exit mobile version