Geser Kebawah
HeadlineKomoditasPasar

Harga Emas Antam Naik Tajam, Buyback Malah Turun Tajam

165
×

Harga Emas Antam Naik Tajam, Buyback Malah Turun Tajam

Sebarkan artikel ini
Harga Emas Antam Naik Tajam, Buyback Malah Turun Tajam

Harga Emas Naik Drastis, Tapi Buyback Justru Turun

JAKARTA, BursaNusantara.com – Harga emas batangan Antam kembali bergerak signifikan pada Kamis pagi (3/7/2025) dengan lonjakan tajam sebesar Rp15.000 menjadi Rp1.911.000 per gram.

Pergerakan ini menjadi reli dua hari berturut-turut setelah sebelumnya pada Rabu (2/7) harga stagnan di Rp1.896.000 per gram.

Sponsor
Iklan

Sedangkan pada Selasa (1/7), harga telah lebih dulu melompat Rp16.000, menandai tren bullish jangka pendek yang cukup kuat.

Meski demikian, angka Rp1.911.000 per gram masih cukup jauh dari rekor tertinggi Rp2.039.000 per gram yang tercatat pada 22 April 2025.

Kondisi ini memunculkan optimisme sekaligus keraguan di kalangan investor logam mulia yang mempertimbangkan momentum teknikal dan arah fundamental pasar.

Buyback Turun, Margin Investor Terpangkas

Di sisi lain, harga beli kembali (buyback) emas Antam justru mengalami penurunan tipis Rp2.000 menjadi Rp1.755.000 per gram.

Kondisi ini menciptakan selisih margin antara harga jual dan harga buyback yang kini melebar menjadi Rp156.000 per gram.

Fenomena ini menjadi ironi di tengah kenaikan harga jual emas, sebab investor jangka pendek yang ingin mencairkan emasnya justru berhadapan dengan potensi kerugian spread yang melebar.

Menurut data historis, saat harga emas naik, buyback biasanya ikut naik atau setidaknya stagnan.

Namun tren hari ini memperlihatkan perbedaan pola yang mengindikasikan adanya tekanan dari sisi likuiditas atau pengendalian margin perusahaan.

Struktur Harga Emas Hari Ini

Mengacu data resmi dari situs Logam Mulia Antam pada Kamis pagi, berikut adalah harga lengkap emas batangan berbagai pecahan:

  • Emas 0,5 gram: Rp1.005.500
  • Emas 1 gram: Rp1.911.000
  • Emas 2 gram: Rp3.762.000
  • Emas 3 gram: Rp5.618.000
  • Emas 5 gram: Rp9.330.000
  • Emas 10 gram: Rp18.605.000
  • Emas 25 gram: Rp46.387.000
  • Emas 50 gram: Rp92.695.000
  • Emas 100 gram: Rp185.312.000
  • Emas 250 gram: Rp463.015.000
  • Emas 500 gram: Rp925.820.000
  • Emas 1.000 gram: Rp1.851.600.000

Struktur harga tersebut mencerminkan adanya stabilitas harga premium per gram pada pecahan kecil, namun diskon harga per gram untuk pecahan besar.

Perbedaan ini menjadi acuan bagi investor ritel dan institusi dalam memilih strategi akumulasi emas batangan.

Pajak Masih Jadi Beban Investasi

Dalam setiap transaksi emas batangan, investor tetap harus memperhitungkan potongan pajak sesuai Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No 34/PMK.10/2017.

Untuk pembelian, PPh 22 sebesar 0,45% dikenakan kepada pemilik NPWP, sedangkan non-NPWP dikenakan 0,9%.

Bukti potong PPh 22 diberikan langsung oleh penjual pada setiap transaksi.

Sementara dalam transaksi penjualan kembali atau buyback di atas Rp10 juta, berlaku PPh 22 sebesar 1,5% bagi pemegang NPWP dan 3% untuk non-NPWP.

Pajak tersebut langsung dipotong dari total nilai transaksi buyback tanpa konfirmasi tambahan.

Prospek dan Spekulasi Investor

Pergerakan harga emas Antam belakangan ini mulai menggugah sentimen spekulatif dari investor yang melihat potensi rally lanjutan jika tekanan global terhadap dolar AS masih berlangsung.

Namun pelemahan harga buyback menjadi sinyal bahwa perusahaan cenderung berhati-hati terhadap ekspektasi pasar yang terlalu agresif.

Investor yang ingin masuk pada saat ini perlu mempertimbangkan dua sisi: potensi capital gain jangka menengah dan realita margin spread terhadap buyback.

Kondisi ini menantang strategi konvensional “beli dan simpan” karena bisa mengikis keuntungan saat harga jual naik tetapi buyback tidak mengimbangi.

Strategi Bijak untuk Investor Logam Mulia

Bagi investor retail, langkah terbaik saat ini adalah melakukan simulasi terlebih dahulu terhadap beban pajak, selisih harga, dan strategi waktu penjualan.

Akses terhadap pecahan kecil memang lebih likuid, namun spread harganya lebih besar dibanding pecahan besar yang lebih hemat namun kurang fleksibel.

Pemilihan waktu jual juga krusial, mengingat potensi harga emas menyentuh kembali ATH bisa terjadi jika tensi geopolitik atau inflasi global meningkat.

Di sisi lain, investor jangka panjang bisa memanfaatkan pelemahan buyback sebagai peluang untuk melakukan akumulasi, bukan exit posisi.

Pola saat ini menunjukkan pasar masih terkoreksi ringan pasca euforia April lalu, namun belum membentuk tren baru yang pasti.

Aktiflah memantau pergerakan logam mulia harian dan evaluasi harga buyback sebagai indikator minat pasar yang sesungguhnya.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.