Harga Emas Antam Terkoreksi, Pasar Uji Ketahanan di Tengah Volatilitas
JAKARTA, BursaNusantara.com – Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (IDX:ANTM) terpantau melemah pada Selasa pagi, 24 Juni 2025, menyusul dua hari konsolidasi harga yang stagnan di kisaran rekor tertinggi bulanan.
Koreksi harga sebesar Rp10.000 membawa harga jual per gram emas Antam ke level Rp1.932.000.
Level ini mematahkan konsolidasi di Rp1.942.000 yang bertahan sejak akhir pekan lalu.
Buyback emas Antam juga ikut terkoreksi ke Rp1.776.000 per gram, atau turun sebesar Rp10.000.
Pelemahan ini memicu spekulasi bahwa harga logam mulia tengah menguji ulang area support jangka pendek.
Tekanan Koreksi Setelah Dekat ATH
Rekor tertinggi sepanjang masa (ATH) untuk harga emas Antam tercatat pada 22 April 2025 di Rp2.039.000 per gram.
Sejak saat itu, harga emas bergerak fluktuatif dengan kecenderungan bertahan di kisaran psikologis Rp1,9 juta.
Naiknya harga emas pada Sabtu (21/6) sebesar Rp6.000 ke Rp1.942.000 menjadi sinyal akhir dari tren kenaikan jangka pendek.
Namun, ketidakmampuan menembus kembali level ATH mengindikasikan kehilangan momentum beli dari pasar domestik.
Harga emas saat ini berpotensi mencari dasar baru jika tekanan jual bertahan hingga akhir pekan.
Respons Pasar atas Buyback yang Melemah
Harga beli kembali (buyback) menjadi perhatian investor ritel karena langsung mencerminkan potensi realisasi keuntungan.
Buyback yang turun ke Rp1.776.000 per gram ikut memberi sinyal pelemahan permintaan dari sisi pasar sekunder.
Tekanan pada buyback umumnya dikaitkan dengan kebutuhan likuiditas jangka pendek oleh penjual emas ritel.
Kondisi ini diperkuat dengan menurunnya daya beli akibat tekanan makroekonomi domestik, termasuk stabilitas nilai tukar rupiah.
Perbedaan antara harga jual dan harga buyback juga menunjukkan selisih margin yang lebih lebar, membuat realisasi untung lebih sulit.
Pajak Emas Makin Menguatkan Perhitungan Investasi
Transaksi logam mulia di Antam tunduk pada PMK No. 34/PMK.10/2017 dengan struktur pajak khusus.
Pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,45% untuk pemegang NPWP dan 0,9% untuk non-NPWP.
Pajak ini langsung dipotong dari harga jual dan disertai bukti potong, mengikat transaksi secara resmi.
Sementara untuk penjualan kembali emas ke Antam, PPh 22 sebesar 1,5% dikenakan bagi pemilik NPWP dan 3% untuk yang tidak memiliki.
Kondisi ini membuat investor semakin selektif menentukan waktu jual-beli emas demi mengoptimalkan margin bersih.
Rincian Harga Emas Antam per Pecahan
Berikut daftar lengkap harga emas batangan Antam berdasarkan pecahan per 24 Juni 2025:
- 0,5 gram: Rp1.016.000
- 1 gram: Rp1.932.000
- 2 gram: Rp3.804.000
- 3 gram: Rp5.681.000
- 5 gram: Rp9.435.000
- 10 gram: Rp18.815.000
- 25 gram: Rp46.912.000
- 50 gram: Rp93.745.000
- 100 gram: Rp187.412.000
- 250 gram: Rp468.265.000
- 500 gram: Rp936.320.000
- 1.000 gram: Rp1.872.600.000
Data tersebut diambil langsung dari laman resmi Logam Mulia dan berlaku nasional.
Perubahan harga setiap pagi hari kerja membuat pergerakan harga emas Antam menjadi indikator teknikal harian bagi investor ritel.
Analisis Teknis dan Sentimen Pasar
Harga emas Antam saat ini berada dalam tekanan teknikal seiring sentimen negatif yang berkembang dari ekspektasi suku bunga global.
Kombinasi antara stabilitas harga dolar AS dan berkurangnya kekhawatiran geopolitik membuat investor global mulai melepas emas.
Dampaknya mulai terasa pada harga emas domestik yang lebih sensitif terhadap dinamika harga spot internasional.
Namun demikian, emas tetap dipandang sebagai instrumen lindung nilai dalam jangka panjang, terutama saat inflasi kembali meningkat.
Pelemahan saat ini justru bisa dimanfaatkan investor untuk melakukan akumulasi secara bertahap, terutama pada pecahan kecil.
Prospek dan Peluang Investor Jangka Pendek
Koreksi harga saat ini dapat menjadi momentum masuk bagi investor yang mengincar posisi menengah-panjang.
Dengan selisih harga jual dan buyback yang menyempit selama fase bullish, potensi keuntungan bisa optimal saat harga kembali naik.
Namun penting dicatat bahwa beban pajak tetap harus diperhitungkan dalam strategi akumulasi.
Investor disarankan fokus pada pecahan 5 gram hingga 25 gram sebagai pilihan paling fleksibel untuk jual-beli cepat.
Harga yang terkoreksi dari puncak ATH memberi ruang spekulatif pada rebound teknikal menuju Rp1.960.000 dalam dua pekan ke depan.
Komentar Pasar: Saatnya Selektif dan Rasional
Dalam situasi harga yang fluktuatif, keputusan investasi harus berbasis kalkulasi dan manajemen risiko.
Tren jangka pendek menunjukkan adanya potensi konsolidasi lanjutan di kisaran Rp1.900.000–Rp1.950.000.
Pasar emas domestik tetap menarik di tengah keresahan sektor finansial, namun tidak bebas dari tekanan eksternal.
Investor yang membeli saat ini perlu bersabar untuk realisasi profit, apalagi jika targetnya adalah jangka menengah.
Momentum koreksi ini menjadi ajang uji nyali sekaligus uji strategi para kolektor dan pelaku pasar logam mulia.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.












