Geser Kebawah
KomoditasPasar

Harga Emas Bertahan di Atas US$ 3.000, Investor Waspada Tarif AS

95
×

Harga Emas Bertahan di Atas US$ 3.000, Investor Waspada Tarif AS

Sebarkan artikel ini
Harga Emas Bertahan Di Atas US 3.000 Investor Waspada Tarif AS
Harga emas turun tipis akibat penguatan dolar, namun tetap di atas US$ 3.000 per ons karena ketidakpastian tarif baru AS.

JAKARTA, BursaNusantara.com – Harga emas mengalami tekanan pada Rabu (26/3/2025) akibat penguatan dolar Amerika Serikat (AS) dan kenaikan imbal hasil obligasi. Namun, ketidakpastian terkait tarif baru yang diumumkan oleh pemerintahan Presiden AS Donald Trump membuat harga emas tetap bertahan di atas level US$ 3.000 per ons.

Harga Emas dan Faktor Penggerak Harga emas spot turun 0,1% menjadi US$ 3.016,71 per ons, sementara kontrak berjangka AS melemah 0,1% dan ditutup pada US$ 3.022,5 per ons. Penguatan indeks dolar AS sebesar 0,4% terhadap mata uang utama lainnya membuat emas menjadi lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang selain dolar.

Sponsor
Iklan

Di sisi lain, imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun juga mengalami kenaikan tipis. Kenaikan ini memberikan tekanan terhadap harga emas, mengingat emas tidak menawarkan imbal hasil sehingga kurang menarik dibandingkan dengan obligasi yang memberikan return.

Menurut Wakil Presiden dan Analis Senior Logam di Zaner Metals, Peter Grant, harga emas masih didukung oleh minat investor terhadap aset safe-haven di tengah ketidakpastian tarif dan risiko geopolitik yang sedang berlangsung. “Jika harga terus mencetak rekor tertinggi, target berikutnya adalah US$ 3.150 per ons,” ujarnya.

Dampak Tarif AS terhadap Harga Emas Pada Senin (24/3/2025), Presiden Donald Trump mengumumkan bahwa tarif otomotif akan segera diberlakukan. Namun, ia juga menyatakan bahwa tidak semua tarif yang diancamkannya akan diterapkan pada 2 April, dan beberapa negara kemungkinan akan mendapatkan pengecualian.

“Jika tarif yang diterapkan tidak seburuk yang dikhawatirkan, harga emas bisa mengalami koreksi,” ujar analis dari Marex, Edward Meir.

Investor khawatir bahwa tarif baru yang diberlakukan AS dapat memicu inflasi dan memperlambat pertumbuhan ekonomi. Dalam kondisi ini, emas sering kali menjadi pilihan utama sebagai aset lindung nilai, yang dapat menopang harganya di level tinggi.

Rekor Kenaikan Harga Emas dan Ekspektasi The Fed Sejak awal tahun, harga emas telah mengalami kenaikan lebih dari 15% dan sempat mencapai rekor tertinggi US$ 3.057,21 per ons pada 20 Maret. Kini, pasar menantikan data pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) AS yang akan dirilis pada Jumat (29/3/2025) untuk melihat indikasi lebih lanjut terkait kemungkinan pemangkasan suku bunga oleh The Federal Reserve (The Fed).

“Jika inflasi PCE tetap rendah, hal ini akan semakin memperkuat ekspektasi kebijakan dovish The Fed dan mendukung kenaikan harga emas lebih lanjut,” tambah Grant.

The Fed baru-baru ini mempertahankan suku bunga acuannya, tetapi mengindikasikan kemungkinan pemangkasan suku bunga dalam tahun ini. Lingkungan suku bunga yang lebih rendah biasanya menguntungkan emas karena mengurangi biaya peluang dalam memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti emas.

Presiden The Fed Bank Minneapolis, Neel Kashkari, menyatakan bahwa meskipun The Fed telah membuat kemajuan dalam menekan inflasi, ‘masih ada pekerjaan yang harus dilakukan’ untuk mencapai target inflasi 2%.

Kinerja Logam Mulia Lainnya Selain emas, pergerakan harga juga terjadi pada logam mulia lainnya. Harga perak turun 0,3% menjadi US$ 33,63 per ons, sementara platinum melemah 0,1% menjadi US$ 975,17 per ons. Di sisi lain, paladium justru menguat 1% menjadi US$ 965,98 per ons.

Dengan kondisi pasar global yang penuh ketidakpastian, investor akan terus mencermati kebijakan tarif AS serta langkah-langkah kebijakan moneter The Fed dalam beberapa bulan ke depan guna menentukan arah investasi mereka di pasar emas.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.