JAKARTA, BursaNusantara.com – Harga emas tetap kokoh di atas US$ 3.000 per ons pada perdagangan Senin (17/3/2025), setelah sebelumnya mencetak rekor tertinggi sepanjang masa. Pasar kini tengah menanti kebijakan terbaru dari The Fed serta dampak perang tarif global terhadap ekonomi.
Harga Emas Mencapai Level Tertinggi
Dikutip dari CNBC Internasional, harga emas spot naik 0,3% menjadi US$ 3.001,5 per ons setelah mencapai rekor tertinggi di US$ 3.004,86 pada Jumat (14/3/2025). Sementara itu, kontrak berjangka emas AS menguat 0,2% ke US$ 3.005,6 per ons.
Pasar Menanti Keputusan The Fed
Para investor kini fokus pada proyeksi ekonomi terbaru dari The Fed yang akan diumumkan pekan ini. Laporan tersebut diharapkan memberikan gambaran lebih jelas mengenai kebijakan suku bunga dan dampak dari kebijakan perdagangan Presiden Donald Trump.
Perkiraan Kebijakan Suku Bunga
Menurut para analis, The Fed diperkirakan akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan Rabu (19/3/2025), dengan pemangkasan suku bunga kemungkinan terjadi pada Juni. Kebijakan ini menjadi sorotan karena suku bunga yang lebih rendah cenderung menguntungkan emas sebagai aset lindung nilai.
Direktur Perdagangan Logam di High Ridge Futures, David Meger, menyatakan bahwa pasar saat ini berada dalam mode “menunggu dan melihat” menjelang keputusan The Fed.
Dampak Data Ekonomi AS
Penjualan Ritel AS Lemah
Data terbaru menunjukkan bahwa penjualan ritel AS pada Februari mengalami pemulihan yang lebih lambat dari perkiraan. Hal ini mengindikasikan pertumbuhan ekonomi yang moderat dan turut memicu kekhawatiran pasar.
Dampak Tarif Perdagangan
Selain data ekonomi, tarif impor yang semakin ketat serta pemutusan hubungan kerja pegawai federal juga menjadi faktor yang membebani sentimen investor. Analis Heraeus Metals menilai bahwa jika ekonomi AS terus melemah dan perang tarif global semakin intensif, maka harga emas berpotensi terus menguat.
Perkembangan Geopolitik dan Pasar Logam Lainnya
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump dijadwalkan berbicara dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pada Selasa (18/3/2025) untuk membahas konflik di Ukraina. Perkembangan geopolitik ini berpotensi mempengaruhi pergerakan pasar keuangan dan harga emas.
Di pasar logam lainnya, harga perak spot stagnan di US$ 33,78 per ons, palladium naik 0,2% ke US$ 967,27 per ons, dan platinum meningkat 1% menjadi US$ 1.002,60 per ons.
Dengan ketidakpastian global yang masih tinggi, emas tetap menjadi pilihan utama bagi investor yang mencari aset aman di tengah fluktuasi pasar.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.






