Geser Kebawah
HeadlineKomoditasPasar

Harga Emas Cetak Rekor Tertinggi di Tengah Ketegangan Global

98
×

Harga Emas Cetak Rekor Tertinggi di Tengah Ketegangan Global

Sebarkan artikel ini
Harga Emas Cetak Rekor Tertinggi Di Tengah Ketegangan Global
Harga emas mencapai rekor tertinggi sepanjang masa akibat ketegangan Timur Tengah dan kebijakan tarif Donald Trump. Proyeksi harga emas 2025 meningkat.

JAKARTA, BursaNusantara.com – Harga emas mencetak rekor tertinggi sepanjang masa pada Selasa (18/3/2025), terdorong oleh meningkatnya ketegangan di Timur Tengah serta kebijakan tarif Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Kenaikan ini membuat bank dan analis meningkatkan proyeksi harga emas tahun ini.

Rekor Tertinggi Harga Emas

Harga emas spot melonjak 1,12% ke level US$ 3.034,6 per ons setelah sebelumnya menyentuh rekor US$ 3.037,7 per ons. Sementara itu, harga kontrak berjangka emas AS naik 1,3% menjadi US$ 3.043,40.

Sponsor
Iklan

Kepala Strategi Komoditas Saxo Bank, Ole Hansen, menyatakan bahwa kombinasi berbagai faktor mendukung kenaikan emas. “Fokus terbaru adalah ketegangan di Timur Tengah yang semakin memperparah kekhawatiran ekonomi terhadap arah kebijakan AS,” ujarnya.

Sejak awal 2025, harga emas telah melonjak lebih dari 14% dan mencetak rekor tertinggi sebanyak 14 kali. Emas sebagai aset lindung nilai terhadap ketidakpastian global semakin diminati investor.

Ketegangan Geopolitik dan Dampaknya

Ketegangan di Timur Tengah semakin memanas setelah serangan udara Israel ke Gaza yang menewaskan 326 orang, menurut otoritas kesehatan Palestina. Serangan ini mengakhiri gencatan senjata dua bulan dengan Hamas, meningkatkan kekhawatiran eskalasi lebih lanjut.

Geopolitik yang tidak stabil mendorong permintaan emas sebagai aset safe haven, karena investor menghindari risiko pasar modal dan mata uang yang volatil.

Kebijakan Tarif AS dan Respons Pasar

Di sisi lain, kebijakan ekonomi AS juga menjadi faktor utama pergerakan emas. Donald Trump berencana menerapkan tarif baru, termasuk bea masuk tetap 25% untuk baja dan aluminium yang mulai berlaku sejak Februari lalu. Selain itu, tarif tambahan direncanakan diterapkan pada 2 April.

Dampak Kebijakan The Fed

Pasar juga mencermati kebijakan bank sentral AS, The Fed. Saat ini, The Fed masih mempertahankan suku bunga setelah tiga kali pemangkasan pada 2024. Namun, pasar memperkirakan pemangkasan suku bunga selanjutnya dapat terjadi pada Juni.

“Jika The Fed memberikan sinyal dovish di tengah kebijakan tarif yang kacau, harga emas bisa naik lebih tinggi lagi,” kata analis komoditas di WisdomTree, Nitesh Shah.

Proyeksi Harga Emas ke Depan

Dengan tren kenaikan ini, sejumlah bank telah memperbarui proyeksi harga emas. ANZ menaikkan perkiraan harga emas dalam tiga bulan ke depan menjadi US$ 3.100 per ons, sementara dalam enam bulan ke depan diprediksi mencapai US$ 3.200 per ons. UBS juga menargetkan harga emas mencapai US$ 3.200 tahun ini.

Kombinasi ketidakpastian global, kebijakan tarif AS, dan arah kebijakan The Fed menjadi faktor utama yang akan terus mempengaruhi pergerakan harga emas ke depan. Investor diharapkan tetap mencermati dinamika pasar untuk mengoptimalkan strategi investasinya.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.