KomoditasPasar

Harga Emas Cetak Rekor Tertinggi di Tengah Memanasnya Perang Dagang AS-China

120
harga emas cetak rekor tertinggi di tengah memanasnya perang dagang as china kompres
Harga emas menembus rekor tertinggi sepanjang masa akibat ketegangan perang dagang AS-China. Investor beralih ke aset safe haven, mendorong harga emas naik tajam.

Harga Emas Tembus Rekor Tertinggi Sepanjang Masa

NEW YORK, BursaNusantara.com – Harga emas kembali mencatatkan rekor tertinggi sepanjang sejarah pada Jumat (7/2/2025), mencatatkan kenaikan selama enam pekan berturut-turut.

Ketegangan perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China menjadi faktor utama yang mendorong investor beralih ke aset safe haven, termasuk emas.

Berdasarkan laporan Reuters, harga emas spot naik 0,2% ke level US$ 2.861,46 per ons, dengan kenaikan lebih dari 2% dalam sepekan terakhir.

Dalam sesi perdagangan, emas bahkan sempat menyentuh level tertinggi sepanjang masa di US$ 2.886,62 per ons. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS menguat 0,4% dan ditutup di level US$ 2.887,60 per ons.

Perang Dagang AS-China Meningkat, Investor Beralih ke Emas

Ketegangan yang terjadi akibat kebijakan tarif perdagangan yang diterapkan oleh Presiden AS Donald Trump menjadi perhatian utama pasar.

Trump resmi menerapkan tarif baru terhadap China pekan ini, dengan pengecualian sementara bagi Meksiko dan Kanada selama satu bulan.

“Ketidakpastian terkait kebijakan tarif perdagangan AS menjadi faktor utama yang mendorong kenaikan harga emas,” ujar David Meger, Direktur Perdagangan Logam di High Ridge Futures.

Selain itu, Bank Sentral China turut memperbesar cadangan emasnya, sementara kebijakan baru pemerintah China juga memungkinkan dana asuransi untuk berinvestasi dalam emas. Langkah ini semakin memperkuat posisi emas sebagai aset lindung nilai utama di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian.

Dampak Data Ketenagakerjaan AS terhadap Harga Emas

Di sisi lain, laporan Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan bahwa ekonomi negara tersebut hanya mampu menambahkan 143 ribu lapangan pekerjaan pada Januari, lebih rendah dari ekspektasi ekonom yang memperkirakan penambahan 170 ribu pekerjaan. Meski tingkat pengangguran tetap bertahan di angka 4%, perlambatan pertumbuhan tenaga kerja memberikan tekanan tersendiri bagi The Federal Reserve (The Fed) dalam menentukan kebijakan suku bunga.

Menurut Bart Melek, Kepala Strategi Komoditas TD Securities, ketidakpastian ekonomi global membuat The Fed harus lebih berhati-hati dalam mengambil langkah ke depan. Sementara itu, Presiden The Fed Chicago, Austan Goolsbee, menyatakan bahwa inflasi yang mulai mereda serta tingkat pengangguran yang stabil dapat membuka peluang bagi The Fed untuk memangkas suku bunga dalam beberapa bulan ke depan. Namun, eskalasi perang tarif tetap menjadi faktor risiko yang perlu diperhitungkan.

Pergerakan Logam Mulia Lainnya

Selain emas, harga logam mulia lainnya mengalami pergerakan beragam di pasar global. Harga perak turun 0,8% ke US$ 31,94 per ons, platinum melemah 0,3% ke US$ 982,50 per ons, dan palladium terkoreksi 0,7% ke US$ 971,62 per ons. Secara mingguan, perak dan platinum masih mencatatkan kenaikan, sementara palladium mengalami pelemahan sebesar 3,7%.

Prospek Harga Emas ke Depan

Para analis memproyeksikan bahwa harga emas masih berpotensi melanjutkan tren bullish dalam beberapa bulan ke depan. Jika ketegangan perdagangan antara AS dan China terus meningkat, maka permintaan emas sebagai aset safe haven kemungkinan besar akan semakin menguat. Beberapa analis bahkan memprediksi bahwa harga emas bisa menembus level US$ 3.000 per ons dalam waktu dekat.

Namun, investor tetap disarankan untuk memperhatikan perkembangan kebijakan moneter The Fed dan pergerakan ekonomi global sebelum mengambil keputusan investasi dalam emas. Dengan kondisi pasar yang penuh volatilitas, strategi diversifikasi aset tetap menjadi pilihan terbaik bagi investor untuk mengelola risiko.


Dengan situasi ekonomi global yang tidak menentu, emas semakin memperkuat posisinya sebagai aset investasi utama bagi para pelaku pasar. Apakah rekor harga emas ini akan terus berlanjut? Semua tergantung pada dinamika geopolitik dan kebijakan ekonomi yang akan diterapkan dalam beberapa bulan ke depan.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Grafik tidak tersedia karena JavaScript dinonaktifkan di browser Anda.
×

Selamat Datang

Masuk untuk komentar & diskusi.

Lupa Password?

Password dikirim ke email.

Exit mobile version