JAKARTA, BursaNusantara.com – Harga emas mencetak rekor tertinggi pada Jumat (28/3), didorong oleh meningkatnya permintaan aset safe haven di tengah ketidakpastian global akibat kebijakan tarif terbaru Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump. Kenaikan harga emas ini juga diperkuat oleh ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed serta kekhawatiran pasar terhadap inflasi dan perlambatan ekonomi.
Harga Emas Capai Rekor Tertinggi Sepanjang Tahun
Melansir Reuters, harga emas spot naik 0,6% menjadi US$ 3.074,43 per ons troi pada pukul 02:41 p.m. EDT (1839 GMT), setelah sebelumnya mencapai level tertinggi ke-18 tahun ini di US$ 3.086,70 per ons troi. Sementara itu, harga emas berjangka AS ditutup menguat 0,8% ke level US$ 3.114,30 per ons troi.
Sepanjang pekan ini, emas telah mengalami kenaikan 1,7% dan menandai penguatan mingguan keempat secara berturut-turut. Para analis mencatat bahwa tren ini mencerminkan meningkatnya ketidakpastian ekonomi yang membuat investor beralih ke emas sebagai aset lindung nilai.
Faktor Pendorong Kenaikan Harga Emas
Kekhawatiran Tarif dan Perdagangan Global
Kebijakan tarif timbal balik yang akan diumumkan Trump pada 2 April menjadi salah satu pemicu utama lonjakan harga emas. Analis menilai langkah ini berisiko meningkatkan inflasi, memperlambat pertumbuhan ekonomi, dan memperburuk ketegangan perdagangan global.
Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga The Fed
Indeks harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) AS tercatat naik 0,4% pada Februari, sedikit lebih tinggi dari ekspektasi analis. Namun, kenaikan ini diperkirakan tidak akan banyak mengubah prospek pemangkasan suku bunga The Fed. Saat ini, pasar memperkirakan pemangkasan sebesar 63 basis poin hingga akhir tahun, dengan pemangkasan pertama diperkirakan dimulai pada Juli.
Menurut Peter Grant, vice president dan senior metals strategist di Zaner Metals, “Permintaan terhadap aset safe haven terus meningkat akibat kekhawatiran yang semakin besar terkait tarif, perdagangan, dan ketidakpastian geopolitik yang berkelanjutan.”
Kinerja Logam Mulia Lainnya
Tidak hanya emas, logam mulia lainnya juga mengalami perubahan harga di pasar:
- Perak spot turun 1,4% menjadi US$ 33,93 per ons troi.
- Platinum melemah 0,7% ke US$ 979,10 per ons troi.
- Paladium turun tipis 0,3% ke US$ 972,13 per ons troi.
Meskipun mengalami penurunan harian, ketiga logam mulia tersebut masih mencatatkan kenaikan mingguan, mencerminkan tren positif dalam permintaan logam berharga di tengah volatilitas ekonomi global.
Dengan meningkatnya ketidakpastian ekonomi dan potensi kebijakan proteksionisme AS, emas diprediksi tetap menjadi pilihan utama investor untuk mengamankan aset mereka dalam beberapa bulan ke depan.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.





