Geser Kebawah
KomoditasPasar

Harga Emas di Pegadaian Kompak Turun, Simpanan Fisik Tergerus

70
×

Harga Emas di Pegadaian Kompak Turun, Simpanan Fisik Tergerus

Sebarkan artikel ini
Harga Emas di Pegadaian Kompak Turun, Simpanan Fisik Tergerus
Harga emas batangan Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian anjlok serentak pada Jumat (27/6). Penurunan terbesar terjadi pada ukuran 1.000 gram.

Harga Emas Pegadaian Turun Serempak, Investor Cermati Pola Baru

JAKARTA, BursaNusantara.com – Harga emas batangan yang dijual Pegadaian turun serentak untuk seluruh jenis pada Jumat, 27 Juni 2025.

Penurunan harga terjadi pada produk emas dari Antam, UBS, dan Galeri 24 untuk seluruh ukuran dari 0,5 gram hingga 1.000 gram.

Sponsor
Iklan

Langkah seragam ini memunculkan spekulasi arah harga logam mulia ke depan yang mulai menunjukkan tren distribusi jangka menengah.

Pergerakan harga juga mencerminkan dinamika penyesuaian nilai tukar dan ekspektasi suku bunga global yang masih fluktuatif.

Sejumlah analis melihat pelemahan ini sebagai respon terhadap kombinasi tekanan eksternal dan likuiditas domestik.

Emas Antam: Turun Merata, Tapi Masih Jadi Primadona

Penurunan harga emas Antam berkisar antara Rp1.000 hingga Rp4.543.000 tergantung ukuran.

Harga 1 gram turun Rp4.000 menjadi Rp1.974.000, sedangkan pecahan terbesar 1.000 gram dibanderol Rp1,912 miliar, turun Rp4,5 juta.

Produk Antam masih menjadi referensi utama pasar karena reputasi dan tingkat likuiditasnya yang tinggi.

Namun tekanan harga saat ini bisa menggeser sebagian permintaan ke jenis lain yang lebih kompetitif dari sisi harga.

Hal ini membuka ruang arbitrase kecil antarproduk yang selama ini kerap diabaikan investor ritel.

UBS: Koreksi Lebih Dalam, Jadi Opsi Agresif

Produk UBS mencatat penurunan yang lebih tajam, terutama di ukuran besar seperti 500 gram dan 1.000 gram.

Emas UBS 1 gram turun Rp12.000 menjadi Rp1.905.000, sedangkan ukuran 500 gram anjlok Rp6.012.000 menjadi Rp923 juta.

Penurunan lebih besar ini bisa menjadikan UBS sebagai alternatif menarik bagi investor spekulatif yang mengejar margin beli rendah.

Namun harus dicermati bahwa spread jual-belinya cenderung lebih lebar dibanding Antam.

Hal ini membuat strategi keluar-masuk pasar pada emas UBS memerlukan perhitungan waktu yang lebih cermat.

Galeri 24: Koreksi Terdalam, Tanda Oversupply?

Galeri 24 mencatat koreksi harga paling dalam dibanding dua merek lain, khususnya pada pecahan jumbo.

Harga 1 gram turun Rp17.000 menjadi Rp1.886.000, sementara pecahan 1.000 gram longsor Rp15,77 juta ke level Rp1,83 miliar.

Data ini menunjukkan kemungkinan adanya tekanan suplai dari distributor Galeri 24, atau strategi price cutting agresif menjelang semester kedua.

Penurunan tajam ini justru bisa memicu sentimen wait and see dari konsumen yang menanti titik dasar harga baru.

Jika hal ini berlangsung terus, distribusi Galeri 24 bisa mengalami gangguan rotasi stok yang berdampak ke jalur ritel.

Tabungan Emas: Spread Melebar, Momentum Lemah

Harga beli tabungan emas di Pegadaian berada di Rp18.280 per 0,01 gram, sementara harga jualnya Rp17.640.

Spread ini semakin melebar dibanding pekan lalu, mencerminkan tekanan likuiditas dan biaya operasional.

Tabungan emas yang sempat populer sebagai alternatif investasi mikro mulai kehilangan daya tariknya saat volatilitas harga naik.

Investor kecil kini cenderung menunda akumulasi dan memilih instrumen yang lebih likuid seperti deposito berbasis emas.

Fenomena ini menjadi sinyal perlambatan sentimen ritel terhadap emas sebagai alat simpan nilai jangka pendek.

Analisis Eksklusif: Sinyal Teknis Pelemahan Jangka Menengah

Koreksi serentak emas Pegadaian ini bisa dibaca sebagai sinyal teknikal awal menuju fase konsolidasi harga emas di pasar domestik.

Pasar global masih berada dalam ketidakpastian akibat arah kebijakan The Fed dan penguatan dolar AS yang berulang.

Selain itu, kenaikan kembali imbal hasil obligasi AS mendorong pergeseran arus dana dari aset lindung nilai seperti emas ke instrumen pendapatan tetap.

Kondisi ini membuat harga emas cenderung stagnan atau melemah ringan dalam beberapa pekan ke depan.

Investor jangka panjang disarankan melakukan akumulasi bertahap pada fase koreksi ini dengan fokus pada emas Antam berukuran kecil.

Strategi Investor: Akumulasi Bertahap, Hindari Panic Buy

Dengan koreksi merata ini, investor cerdas sebaiknya fokus pada pemetaan ulang portofolio emas jangka menengah.

Strategi akumulasi bisa dimulai dari pecahan kecil yang lebih mudah dicairkan saat dibutuhkan.

Menghindari panic buy adalah kunci, terutama karena kemungkinan tekanan harga masih terbuka dalam dua minggu ke depan.

Perlu dicatat bahwa perbedaan penurunan harga antar merek bisa dimanfaatkan untuk rotasi aset fisik.

Investor juga disarankan membandingkan langsung harga emas di Pegadaian dengan harga spot pasar untuk memaksimalkan nilai pembelian.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.