Geser Kebawah
KomoditasPasar

Harga Emas Diprediksi Rontok, Deal Trump-Xi Tarik Turun

197
×

Harga Emas Diprediksi Rontok, Deal Trump-Xi Tarik Turun

Sebarkan artikel ini
Harga Emas Diprediksi Rontok, Deal Trump-Xi Tarik Turun
Harga emas diprediksi rontok ke US$2,900 karena kemungkinan deal perang dagang Trump-Xi dan aksi profit taking dari fund besar-besaran.

JAKARTA, BursaNusantara.com – Harga emas diprediksi akan mengalami koreksi pada pekan ini. Hal tersebut disinyalir dipicu oleh kemungkinan kesepakatan perang dagang antara Presiden AS, Donald Trump, dan Presiden China, Xi Jinping.

Prediksi teknikal menunjukkan bahwa harga emas yang sempat mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (ATH) di level US$2,954,7 pada 20 Februari 2025 kini ditutup turun tipis sebesar 0,09% ke level US$2,936,03 pada Jumat (21/2/2025).

Sponsor
Iklan

Kondisi Pasar dan Rekor Tertinggi

Rekor ATH dan Penutupan Hari Ini

Data yang dirilis oleh bursa menunjukkan bahwa pada periode 17-21 Februari 2025, IHSG mengalami kenaikan 2,48% ke level 6.803, namun harga emas mencatat penurunan setelah sempat mencapai ATH.

Harga emas yang mencapai US$2,954,7 pada 20 Februari sempat memicu antusiasme investor, namun pasar segera mengalami koreksi. Analis komoditas keuangan, Ibrahim Assuaibi, menjelaskan bahwa kenaikan harga emas yang sudah terlalu tinggi mendorong banyak fund besar untuk melakukan profit taking, sehingga menekan harga kembali.

Pengaruh Potensi Kesepakatan Perang Dagang

Ibrahim menilai bahwa salah satu faktor utama di balik koreksi harga emas adalah adanya kemungkinan kesepakatan antara Trump dan Xi Jinping mengenai tarif.

“Kemungkinan deal Trump dengan Xi inilah yang akan menyeret harga emas ke bawah,” ujar Ibrahim kepada Investor Daily pada Minggu (23/2/2025). Menurutnya, Trump dinilai tidak ingin terjebak dalam perang dagang yang brutal dengan China, terutama mengingat kondisi inflasi AS yang masih tinggi.

Kesepakatan tersebut, jika terjadi, akan menurunkan tekanan harga dan mengubah ekspektasi pasar terhadap aset safe haven.

Strategi Profit Taking dan Reaksi Investor

Aksi Profit Taking oleh Fund Besar

Selain adanya potensi kesepakatan tarif, faktor lain yang turut mempengaruhi penurunan harga emas adalah aksi profit taking dari fund besar. Setelah harga emas mencapai level ATH, banyak investor institusional mulai menjual untuk merealisasikan keuntungan mereka.

“Harga emas yang sudah terlalu tinggi mendorong banyak fund untuk melakukan profit taking. Nantinya, setelah harga turun, fund tersebut akan kembali membeli,” jelas Ibrahim. Strategi ini dianggap sebagai respons alami pasar untuk mengurangi risiko jika harga aset sudah mencapai titik jenuh.

Imbas Penguatan Dolar dan Inflasi AS

Di tengah dinamika pasar, penguatan dolar AS dan inflasi yang tinggi juga turut memberikan tekanan pada harga emas. Meskipun emas dikenal sebagai aset safe haven, situasi ekonomi global yang tidak menentu membuat beberapa negara mulai mengalihkan investasi mereka ke aset lain.

Namun, permintaan emas sebagai lindung nilai masih tetap tinggi karena adanya potensi ancaman perang dagang global yang dapat memicu ketidakstabilan ekonomi lebih lanjut.

Dampak Global dan Investasi ke Emas

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.