Kilau Emas Tak Terbendung: Target $6.000 per Troy Ons di Depan Mata!
LONDON – Era baru logam mulia telah tiba. Setelah sukses menembus tonggak sejarah di atas $5.000, harga emas dunia diprediksi belum akan mengerem laju kenaikannya.
Para ahli memperkirakan sang logam mulia akan terus melonjak menuju level psikologis baru, yakni $6.000 per troy ons pada tahun 2026.
Ketidakpastian global yang kian pekat, didorong oleh ketegangan geopolitik serta aksi borong dari bank sentral dan sektor ritel, menjadi bahan bakar utama reli panjang ini.
Prediksi Agresif: Menuju $7.000?
Analis independen, Ross Norman, memberikan proyeksi yang sangat optimistis. Ia memprediksi harga emas tahun ini bisa melesat hingga $6.400 per troy ons, dengan estimasi harga rata-rata di level $5.375.
“Satu-satunya kepastian saat ini adalah ketidakpastian, dan itu sangat menguntungkan emas,” ujar Norman kepada US News.
Tak kalah mengejutkan, survei tahunan dari London Bullion Market Association (LBMA) bahkan menunjukkan adanya potensi kenaikan hingga level $7.000 per troy ons, meski dengan rata-rata tahunan yang lebih moderat di angka $4.742.
Geopolitik dan Keraguan terhadap The Fed
Emas tercatat telah menguat lebih dari 17% sepanjang tahun berjalan, melanjutkan tren monster setelah melonjak 64% pada tahun 2025. Beberapa faktor pemicu utama di balik “badai sempurna” ini antara lain:
- Ketegangan AS dan Greenland: Perselisihan diplomatik yang memicu kekhawatiran pasar.
- Independensi Federal Reserve: Meningkatnya keraguan publik atas kemandirian bank sentral AS.
- Ketidakpastian Politik AS: Menjelang pemilihan paruh waktu, pasar bersiap menghadapi fluktuasi kebijakan yang tajam.
Revisi Target Bank Investasi Dunia
Raksasa Wall Street, Goldman Sachs, pun tak mau ketinggalan. Mereka baru saja menaikkan proyeksi harga emas 2026 ke kisaran $5.000 per troy ons, meski memperingatkan adanya potensi pelemahan teknis ke level $4.900.
Philip Newman, Direktur Metals Focus, menambahkan bahwa kekhawatiran akan pasar saham yang dinilai terlalu tinggi (overvalued) mulai mendorong investor melakukan diversifikasi portofolio secara masif ke emas.
“Setelah emas melewati tonggak $5.000 per troy ons, kami memperkirakan akan ada kenaikan lebih lanjut,” pungkasnya.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.





