Geser Kebawah
HeadlineKomoditasPasar

Harga Emas Dunia Terjun, Investor Beralih ke Dolar AS

128
×

Harga Emas Dunia Terjun, Investor Beralih ke Dolar AS

Sebarkan artikel ini
Harga Emas Dunia Terjun, Investor Beralih ke Dolar AS
Harga emas turun lebih dari 2% ke bawah US$ 2.970 akibat penguatan dolar AS dan kekhawatiran resesi global.

JAKARTA, BursaNusantara.com – Harga emas dunia mengalami penurunan tajam lebih dari 2% pada perdagangan Senin (7/4/2025), menyusul peralihan minat investor ke dolar Amerika Serikat (AS) sebagai aset safe haven di tengah meningkatnya kekhawatiran akan resesi global.

Ketegangan geopolitik dan perang dagang turut memperburuk sentimen pasar terhadap logam mulia tersebut.

Sponsor
Iklan

Harga Emas Spot Terjun Bebas

Mengutip laporan CNBC International, harga emas spot anjlok sebesar 2,4% menjadi US$ 2.963,19 per ons troi, sempat menyentuh level terendah dalam empat pekan di US$ 2.955,89. Di sisi lain, kontrak emas berjangka AS ditutup turun 2% ke level US$ 2.973,60 per ons troi.

Baca Juga: Harga Emas Cetak Rekor Tertinggi, Sentimen Trump Dominan

Penurunan ini merupakan yang paling tajam dalam sebulan terakhir, menandai perubahan arah pasar yang sebelumnya sempat mendorong harga emas ke rekor tertinggi sepanjang masa di US$ 3.167,57 per ons troi pada 3 April lalu.

Investor Beralih ke Instrumen Tunai

Analis pasar senior di Tradu.com, Nikos Tzabouras, menjelaskan bahwa pelaku pasar kini cenderung beralih ke aset tunai dan mata uang aman seperti franc Swiss dan yen Jepang, meninggalkan emas yang tidak memberikan imbal hasil.

“Tekanan terhadap emas makin kuat karena pasar diliputi gejolak dan investor memilih posisi likuid untuk menghindari volatilitas,” ungkap Tzabouras.

Baca Juga: BRMS Pacu Produksi Emas 75.000 Ons Troi pada 2025, Saham Berpotensi Naik

Sementara itu, Bart Melek, Kepala Strategi Komoditas TD Securities, menambahkan bahwa aksi jual emas turut dipicu oleh penyesuaian margin oleh spekulan serta penguatan dolar AS yang membuat emas menjadi lebih mahal bagi investor luar negeri.

Tensi Dagang dan Suku Bunga Bayangi Pasar

Kekhawatiran terhadap perang dagang kembali memuncak setelah Presiden AS Donald Trump mengancam tarif hingga 50% terhadap China, apabila negara tersebut tidak mencabut kebijakan tarif balasan.

Ketegangan meningkat setelah Gedung Putih membantah kabar terkait potensi jeda tarif selama 90 hari terhadap negara-negara selain China, menyebutnya sebagai “berita palsu”.

Baca Juga: Harga Batu Bara Terjun Bebas: Apa Faktor Utamanya?

Di tengah ketidakpastian tersebut, pelaku pasar memperkirakan The Federal Reserve (The Fed) akan memangkas suku bunga hingga 120 basis poin hingga akhir 2025. Bahkan, peluang pemangkasan pada pertemuan bulan Mei mendatang mencapai sekitar 37%.

Secara historis, pemangkasan suku bunga mendukung kenaikan harga emas karena menurunkan opportunity cost dalam memegang logam mulia yang tidak memberikan yield.

Namun dalam kondisi saat ini, investor tampak lebih fokus pada kestabilan dan likuiditas, menjadikan dolar AS sebagai pilihan utama.

Baca Juga: Harga Emas Melonjak Tajam, Investor Beralih ke Aset Aman

Harga Logam Lain Bergerak Variatif

Sementara harga emas jatuh, pergerakan harga logam mulia lainnya menunjukkan arah yang beragam. Harga perak spot justru mengalami kenaikan 0,5% ke level US$ 29,71 per ons troi, usai sempat tergelincir ke titik terendah dalam tujuh bulan terakhir.

Di sisi lain, platinum spot melemah 1% ke posisi US$ 907,09, dan paladium turun 0,9% menjadi US$ 903,19 per ons troi.

Di tengah guncangan global ini, pasar logam mulia menghadapi tantangan signifikan, dan arah selanjutnya akan sangat ditentukan oleh respons kebijakan moneter The Fed serta perkembangan tensi dagang global yang terus membara.

Baca Juga: Harga Emas Meroket, Sentuh Rekor Baru di Tengah Krisis Global

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.