Harga Emas Naik Signifikan
New York, BursaNusantara.com – Pada Kamis (26/12/2024), harga emas spot melonjak 0,8% menjadi US$ 2.634,39 per ons. Kontrak berjangka emas AS juga mencatat kenaikan 0,7% ke US$ 2.654,60 per ons. Peningkatan ini dipengaruhi oleh permintaan safe haven yang tinggi di tengah kekhawatiran geopolitik dan inflasi AS.
Menurut ahli strategi pasar RJO Futures Daniel Pavilonis, situasi di Ukraina menjadi salah satu pemicu utama lonjakan harga emas. “Rusia menyerang sistem kelistrikan Ukraina, memicu kekhawatiran pasar global,” ujarnya.
Presiden Joe Biden juga menegaskan dukungan AS terhadap Ukraina dengan melanjutkan pengiriman senjata. Serangan Rusia pada Hari Natal terhadap kota-kota di Ukraina memperburuk ketegangan global, meningkatkan daya tarik emas sebagai aset lindung nilai.
Faktor Pendorong Utama
Bank sentral global terus membeli emas di tengah inflasi yang berlanjut. Permintaan ritel untuk emas juga meningkat, memperkuat proyeksi kenaikan harga emas hingga menembus US$ 3.000 pada 2025.
Emas, sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil, biasanya kurang diminati ketika suku bunga tinggi. Namun, ketegangan geopolitik dan inflasi global berhasil menempatkan emas sebagai pilihan investasi utama tahun ini. Hingga kini, harga emas telah naik 28% dan mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di US$ 2.790,15 pada 31 Oktober.
Periode Fluktuasi di Depan
Ajay Kedia, Direktur Kedia Commodities di Mumbai, memproyeksikan fluktuasi signifikan untuk harga emas pada 2025. “Paruh pertama tahun depan akan didominasi oleh ketegangan geopolitik, sementara paruh kedua mungkin diwarnai aksi ambil untung,” kata Kedia.
Kembalinya Donald Trump ke Gedung Putih juga menjadi perhatian utama pasar. Kebijakan ekonominya, termasuk tarif, deregulasi, dan reformasi pajak, diperkirakan memicu tekanan inflasi. Hal ini memaksa The Fed untuk mengambil langkah hati-hati.
Sepanjang 2024, The Fed telah memangkas suku bunga secara agresif. Pada Desember, bank sentral AS mengindikasikan pengurangan lebih sedikit pada 2025, memberikan dampak langsung pada daya tarik emas di pasar.
Harga Komoditas Lain
Selain emas, harga perak spot turut naik 0,8% menjadi US$ 29,84 per ons. Namun, harga platinum turun 0,6% ke US$ 938,25 per ons, dan paladium merosot 2,6% menjadi US$ 929,04 per ons.
Kesimpulan
Harga emas terus melesat didukung oleh kondisi geopolitik yang tegang dan inflasi global. Meskipun The Fed berupaya menekan suku bunga, daya tarik emas sebagai aset lindung nilai tetap kuat. Dengan potensi lonjakan hingga US$ 3.000 pada 2025, emas masih menjadi pilihan investasi yang menjanjikan di tengah ketidakpastian pasar global.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.












