Ketegangan Geopolitik Angkat Harga Emas
JAKARTA, BursaNusantara.com – Harga emas dunia kembali meroket dan mendekati rekor tertingginya seiring meningkatnya ketegangan geopolitik global.
Logam mulia ini ditutup menguat 1,4% ke level US$ 3.423,6 per Jumat (13/6/2025), menjelang potensi tembus level all time high (ATH) US$ 3.500 yang tercatat pada April lalu.
Pendorong utama kenaikan ini adalah krisis Timur Tengah yang semakin memburuk. Serangan balasan dari Iran dinilai sukses menghancurkan sistem pertahanan Israel dan meruntuhkan infrastruktur di Tel Aviv.
Dukungan Sekutu dan Ancaman Trump
Analis komoditas Ibrahim Assuaibi menjelaskan, keterlibatan negara-negara sekutu Iran seperti Yaman, Houthi, dan Hamas memperbesar skala konflik. Sementara itu, sekutu Israel turut memberi dukungan militer langsung.
“Inggris sudah mengirimkan pesawat tempurnya ke kawasan. Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump juga menyatakan akan membalas jika pangkalan militer AS di Timur Tengah diserang,” kata Ibrahim kepada Investor Daily, Minggu (5/6/2025).
Menurutnya, ekskalasi ini hampir pasti mendongkrak permintaan aset safe haven seperti emas, hingga menembus rekor tertinggi baru.
Perang Rusia-Ukraina dan Ketegangan Dagang
Ibrahim menambahkan bahwa krisis tidak hanya terjadi di Timur Tengah. Perang antara Rusia dan Ukraina juga belum mereda, dengan pasukan Rusia meratakan sejumlah kota penting di Ukraina.
Di sisi lain, ketidakpastian dagang antara AS dan China menjadi pendorong tambahan. Hingga kini, China masih belum menyetujui proposal kesepakatan dagang yang diajukan Washington.
“Situasi ini memberikan dorongan kuat bagi harga emas. Belum jelasnya arah kesepakatan AS-China turut menambah tekanan ketidakpastian pasar global,” jelasnya.
Menanti Keputusan The Fed
Selain konflik dan ketegangan ekonomi global, pelaku pasar kini menantikan hasil pertemuan The Fed pada Juni ini. Meskipun mayoritas memprediksi suku bunga acuan tetap, pasar tetap waspada terhadap potensi pernyataan hawkish dari bank sentral AS.
Menurut Ibrahim, kenaikan harga emas saat ini sangat menarik karena terjadi bersamaan dengan penguatan dolar AS. Hal ini mencerminkan ketertarikan tinggi pasar terhadap instrumen lindung nilai.
“Jika harga emas berhasil menembus US$ 3.500, maka target selanjutnya di US$ 3.700 kemungkinan tidak akan memakan waktu lama,” tutupnya dengan nada optimis.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.








