JAKARTA, BursaNusantara.com – Harga emas kembali mencatatkan lonjakan signifikan! Pada Kamis (30/1/2025), harga emas spot melambung 1,4% ke level US$ 2.796/oz. Kenaikan ini dipicu oleh meningkatnya permintaan aset safe haven akibat gejolak geopolitik dan ancaman kebijakan tarif impor yang akan diterapkan oleh Presiden AS, Donald Trump.
Kondisi ini tidak hanya menguntungkan pemegang aset emas fisik, tetapi juga investor yang memiliki saham di perusahaan tambang emas. Beberapa emiten seperti PSAB, BRMS, ARCI, ANTM, dan MDKA menjadi sorotan karena berpotensi mendapatkan keuntungan besar dari lonjakan harga emas.
Faktor Pendorong Kenaikan Harga Emas
1. Ancaman Tarif Impor Trump
Presiden AS, Donald Trump, berencana menerapkan tarif impor 25% terhadap Meksiko dan Kanada serta 10% untuk China mulai 1 Februari 2025. Langkah ini dipandang sebagai pemicu inflasi global dan ketidakpastian ekonomi, sehingga meningkatkan daya tarik emas sebagai aset perlindungan.
2. Kekhawatiran Geopolitik
Ketegangan geopolitik yang meningkat, terutama di Timur Tengah dan Asia, turut menjadi faktor utama dalam lonjakan harga emas. Investor lebih memilih emas sebagai lindung nilai terhadap volatilitas pasar.
3. Sentimen Pasar & Inflasi
Mengutip ulasan Stockbit, kebijakan tarif yang lebih tinggi dapat memicu inflasi lebih lanjut. Emas yang dikenal sebagai aset lindung inflasi, otomatis mendapat permintaan lebih tinggi, sehingga harganya terkerek naik.
Saham Emas Ikut Melejit, Siapa yang Untung?
Investment analyst Stockbit, Hendriko Gani, menyebutkan bahwa penguatan harga emas menjadi katalis positif bagi emiten tambang emas. Emiten seperti BRMS, PSAB, MDKA, ANTM, dan ARCI diuntungkan karena lonjakan harga emas akan meningkatkan harga jual rata-rata (ASP) serta margin laba mereka.
Saat berita ini ditulis, pergerakan saham emiten emas adalah sebagai berikut:
- PSAB naik 7,41%
- BRMS & ARCI naik sekitar 3%
- ANTM bergerak sideways
- MDKA justru melemah
Bagi investor yang memiliki saham PSAB dan BRMS, momentum ini menjadi peluang untuk cuan besar!
Apakah Tren Kenaikan Emas Akan Berlanjut?
Dengan meningkatnya ketidakpastian global dan ancaman kebijakan proteksionis AS, harga emas diprediksi masih memiliki potensi naik dalam waktu dekat. Para investor saham emas bisa terus memantau perkembangan ini untuk mengambil keputusan investasi yang tepat.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.











