Geser Kebawah
KomoditasPasar

Harga Emas Tertekan Turun Lagi, Pasar Soroti Kebijakan Trump

92
×

Harga Emas Tertekan Turun Lagi, Pasar Soroti Kebijakan Trump

Sebarkan artikel ini
Harga Emas Tertekan Turun Lagi Pasar Soroti Kebijakan Trump
Harga emas turun 0,6% ke US$ 3.006,84 per ons akibat penguatan dolar AS. Investor mencermati kebijakan tarif Trump yang berpotensi mengguncang pasar.

JAKARTA, BursaNusantara.com – Harga emas kembali mengalami tekanan pada Senin (24/3/2025) seiring dengan penguatan dolar Amerika Serikat (AS) yang mencapai level tertinggi dalam lebih dari dua minggu. Investor kini mengamati kebijakan tarif Presiden Donald Trump yang berpotensi memicu gejolak ekonomi global.

Harga Emas Turun Seiring Konsolidasi Pasar

Berdasarkan laporan CNBC Internasional, harga emas spot turun 0,6% menjadi US$ 3.006,84 per ons. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS ditutup melemah 0,2% di level US$ 3.015,6 per ons.

Sponsor
Iklan

Menurut Kepala Strategi Komoditas di TD Securities, Bart Melek, koreksi ini merupakan bagian dari konsolidasi pasar setelah emas mencetak rekor berturut-turut dalam beberapa pekan terakhir.

“Kita telah melihat rekor demi rekor, dan sekarang pasar sedang melakukan konsolidasi setelah reli panjang, didukung oleh penguatan dolar AS,” ujar Melek.

Sepanjang 2025, harga emas sudah mencapai rekor tertinggi sebanyak 16 kali, dengan puncaknya di level US$ 3.057,21 pada pekan lalu. Sebagai aset safe haven, emas sering menjadi pilihan utama investor saat ketidakpastian ekonomi dan geopolitik meningkat.

Dolar AS Menguat, Harga Emas Melemah

Pada Senin (24/3/2025), dolar AS naik 0,2% dan mencapai level tertinggi dalam lebih dari dua minggu. Kenaikan ini membuat emas yang dihargakan dalam dolar menjadi lebih mahal bagi investor global, sehingga permintaan menurun.

Selain itu, kebijakan tarif Presiden Trump kembali menjadi perhatian utama pasar. Pada Jumat (21/3/2025), Trump mengisyaratkan fleksibilitas terkait tarif balasan yang akan mulai berlaku 2 April mendatang. Jika tarif ini diterapkan, diperkirakan akan meningkatkan inflasi dan memperlambat pertumbuhan ekonomi AS.

Investor Menanti Keputusan The Fed

Pejabat Federal Reserve (The Fed) Chicago, Austan Goolsbee, serta Presiden The Fed New York, John Williams, menyatakan bahwa dampak kebijakan tarif Trump masih terlalu dini untuk diukur secara pasti.

Pekan lalu, The Fed memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuannya dan mengindikasikan kemungkinan dua kali pemangkasan suku bunga masing-masing sebesar 0,25 basis poin pada tahun ini. Langkah ini sangat dinantikan oleh investor emas, karena suku bunga yang lebih rendah biasanya meningkatkan daya tarik emas sebagai aset investasi.

Pasar kini menunggu data Personal Consumption Expenditures (PCE) yang akan dirilis pada Jumat mendatang. Data ini menjadi indikator utama inflasi AS yang sangat diperhitungkan oleh The Fed dalam menentukan kebijakan moneternya.

Ketidakpastian Geopolitik Bisa Dorong Harga Emas

Selain faktor ekonomi, investor juga mencermati perkembangan geopolitik global. AS dan Rusia baru saja mengadakan pembicaraan di Arab Saudi dengan tujuan mencapai gencatan senjata yang lebih luas di Ukraina. Selain itu, Washington juga berupaya mengamankan kesepakatan gencatan senjata maritim di Laut Hitam.

Menurut Bob Haberkorn, Senior Market Strategist di RJO Futures, jika negosiasi ini berjalan lancar dan tensi geopolitik mereda, maka harga emas bisa turun lebih jauh. Namun, ia menilai bahwa penurunan harga emas justru bisa menjadi peluang bagi investor untuk kembali melakukan pembelian.

“Jika pekan ini ada kesepakatan di Arab Saudi dan harga emas turun, saya yakin banyak investor akan segera masuk dan memborong emas kembali,” ungkap Haberkorn.

Sementara itu, harga logam mulia lainnya juga melemah. Perak spot turun 0,2% menjadi US$ 32,97 per ons, platinum melemah 0,5% ke US$ 970,47 per ons, dan paladium turun 0,9% ke US$ 949,25 per ons.

Di tengah gejolak pasar, pelaku pasar akan terus mencermati pergerakan dolar AS, kebijakan tarif Trump, dan kebijakan moneter The Fed guna menentukan langkah investasi terbaik di pasar emas dan logam mulia.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.