AgrobisnisBisnis

Harga Gabah Tembus Rp6.900, Petani Panen Untung Besar

369
Harga Gabah Tembus Rp6.900, Petani Panen Untung Besar
Harga gabah rata-rata nasional capai Rp6.900/kg, di atas HPP Rp6.500. Petani di Jawa optimistis panen berlimpah, stok beras nasional surplus 3 juta ton.

Harga Gabah Naik, Petani Sumringah

JAKARTA, BursaNusantara.com – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan rata-rata harga gabah di Indonesia kini menyentuh Rp6.900 per kilogram, melampaui Harga Pokok Pembelian (HPP) pemerintah sebesar Rp6.500.

Data tersebut disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Komisi IV DPR pada Kamis (21/8/2025) berdasarkan laporan Bappenas.

Menurut Amran, tren kenaikan harga gabah ini masih terbilang sehat karena memberi keuntungan langsung kepada petani tanpa mengganggu stabilitas pasar.

Kementan menyebut, kondisi ini berbeda dengan periode sebelumnya saat harga gabah sering berada di bawah HPP sehingga menyulitkan petani menutup biaya produksi.

Pemerintah menegaskan akan terus menjaga stabilitas agar kenaikan harga gabah tetap berimbang dengan daya beli masyarakat.

Optimisme Petani di Daerah

Di Cilacap, Jawa Tengah, petani bernama Sutiman mengaku panen musim gadu tahun ini jauh lebih menguntungkan dibanding tahun lalu.

Dengan lahan 2 hektare, Sutiman memperkirakan hasil panen bisa mencapai 14 ton gabah dengan keuntungan bersih sekitar Rp15 juta per musim tanam.

Ia menuturkan harga gabah yang stabil bahkan cenderung naik menjadi faktor utama meningkatnya pendapatan petani.

“Alhamdulillah, panen kali ini lebih baik dari sebelumnya. Harga gabah stabil, bahkan naik, sehingga keuntungan yang kami dapatkan juga lumayan,” ujar Sutiman.

Menurutnya, dukungan pemerintah berupa bantuan benih, alat pertanian, hingga pompa irigasi berperan besar dalam menekan biaya produksi.

Rekor Harga di Jawa Timur

Sementara di Jember, Jawa Timur, petani Solehudin menyebut harga gabah kering panen (GKP) melonjak hingga Rp7.000–Rp7.300 per kilogram.

Bahkan di beberapa lokasi, harga sempat menembus Rp8.000 per kilogram, level tertinggi yang pernah terjadi di daerah tersebut.

Lonjakan harga ini mendorong petani semakin optimistis menghadapi musim tanam berikutnya.

Solehudin menilai, kenaikan harga gabah membuat usaha tani lebih berkelanjutan meski biaya pupuk dan tenaga kerja juga meningkat.

Ia berharap tren ini tetap konsisten agar kesejahteraan petani semakin terjamin ke depan.

Stok Nasional Surplus 3 Juta Ton

Kementan mencatat potensi panen gabah pada Agustus 2025 mencapai sekitar 3 juta ton, melampaui kebutuhan konsumsi beras nasional rata-rata 2,6 juta ton per bulan.

Dengan surplus produksi ini, stok beras nasional diyakini aman bahkan cukup berlebih.

Kondisi tersebut memberi ruang bagi pemerintah untuk memperkuat cadangan beras guna mengantisipasi gejolak harga di masa depan.

Stabilitas stok juga memberi keyakinan bahwa inflasi pangan dapat terkendali meski harga gabah naik di tingkat petani.

Kementan menyebut strategi menjaga keseimbangan harga dan pasokan ini menjadi kunci menjaga ketahanan pangan nasional.

×

Selamat Datang

Masuk untuk komentar & diskusi.

Lupa Password?

Password dikirim ke email.

Exit mobile version