KomoditasPasar

Harga Komoditas Dunia Volatile: Emas, Minyak, hingga Batu Bara

181
harga komoditas dunia volatile emas minyak hingga batu bara kom
Harga emas dunia naik turun usai libur Natal, minyak mentah anjlok meski ada harapan stimulus ekonomi China, dan batu bara tetap tertekan di tengah permintaan Asia.

Jakarta, BursaNusantara.com – Harga komoditas dunia menunjukkan pergerakan yang fluktuatif dalam beberapa hari terakhir. Usai libur Natal dan menjelang pergantian tahun, berbagai faktor global, termasuk ketegangan geopolitik dan kebijakan ekonomi, turut memengaruhi volatilitas pasar.

Harga Emas Dunia: Volatile di Tengah Ketegangan Geopolitik

Harga emas dunia mencatatkan kenaikan pada penutupan perdagangan Kamis (26/12/2024) sebesar 0,8%, mencapai level USD 2.634,09 per troy ounce. Namun, pada pembukaan Jumat pagi, harga emas kembali terkoreksi sebesar 0,13% ke USD 2.630,55 per troy ounce.

Faktor utama yang memengaruhi harga emas adalah ketegangan geopolitik yang masih berlangsung, termasuk konflik di berbagai kawasan dunia. Peran emas sebagai aset safe haven semakin relevan, terutama di tengah ketidakpastian global.

Minyak Mentah Dunia: Harapan Stimulus Ekonomi China

Harga minyak mentah dunia terus melemah. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun 0,68% ke level USD 69,62 per barel pada penutupan Kamis, sementara minyak mentah Brent terdepresiasi 0,43% ke USD 73,26 per barel.

Pada awal perdagangan Jumat, harga WTI kembali terkoreksi 0,26% ke USD 69,44 per barel, sedangkan Brent melemah 0,26% ke USD 72,67 per barel. Penurunan ini terjadi meskipun ada harapan bahwa stimulus ekonomi China dapat mendorong peningkatan permintaan energi global.

Harga Batu Bara: Masih di Zona Bearish

Harga batu bara di pasar ICE Newcastle juga menunjukkan tren penurunan. Pada Jumat pekan lalu, harga batu bara tercatat di level USD 127,30 per ton, turun 0,35% dari hari sebelumnya dan merosot 10,04% dibandingkan bulan sebelumnya.

Secara tahunan, harga batu bara telah mengalami penurunan sebesar 11,73%. Meski demikian, permintaan batu bara dari kawasan Asia, terutama China dan India, diperkirakan akan tetap solid hingga 2027.

Pergerakan Komoditas Lainnya

Selain emas, minyak, dan batu bara, beberapa komoditas lain juga menunjukkan pergerakan harga yang beragam:

  • Nikel: Melemah 1,85% ke USD 15.876 per metrik ton.
  • Crude Palm Oil (CPO): Menguat 1,12% ke MYR 4.905 per ton.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pasar Komoditas

  1. Geopolitik: Ketegangan di kawasan strategis dunia memicu volatilitas pada aset-aset seperti emas.
  2. Stimulus Ekonomi: Harapan stimulus dari China memberikan angin segar, terutama pada minyak mentah.
  3. Permintaan Asia: Konsumsi energi dan bahan bakar dari negara-negara seperti China dan India menjadi penopang utama pasar batu bara.

Dinamika Pasar Komoditas

Volatilitas harga komoditas dunia menjadi cerminan dari ketidakpastian pasar global saat ini. Dengan berbagai faktor seperti geopolitik, kebijakan ekonomi, dan permintaan dari Asia, investor diharapkan tetap waspada dan melakukan diversifikasi aset untuk memitigasi risiko pasar.

Simak terus perkembangan terkini harga komoditas hanya di platform kami untuk mendapatkan informasi terpercaya dan relevan!

Harga Komoditas Dunia Volatile: Emas, Minyak, hingga Batu Bara

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Grafik tidak tersedia karena JavaScript dinonaktifkan di browser Anda.
×

Selamat Datang

Masuk untuk komentar & diskusi.

Lupa Password?

Password dikirim ke email.

Exit mobile version