Geser Kebawah
HeadlineKomoditasPasar

Harga Minyak Dunia Melemah Usai Ketegangan AS-Iran

55
×

Harga Minyak Dunia Melemah Usai Ketegangan AS-Iran

Sebarkan artikel ini
Harga Minyak Dunia Melemah Usai Ketegangan AS-Iran
Harga minyak global turun tajam setelah serangan AS ke Iran, ancaman blokade Selat Hormuz menambah tekanan pasar

Ketegangan Politik AS-Iran Guncang Pasar Energi Global

JAKARTA, BursaNusantara.com – Harga minyak mentah dunia mengalami koreksi signifikan dalam 12 jam terakhir akibat memburuknya situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah.

WTI anjlok ke USD 66,63 per barel, melemah 2,74% dibanding penutupan sebelumnya.

Sponsor
Iklan

Brent turun tipis ke USD 77,26 per barel meski tekanan geopolitik meningkat.

Harga crude oil global diperdagangkan di kisaran USD 74,04 per barel, terkoreksi 0,001%.

Serangan udara Amerika Serikat terhadap fasilitas nuklir Iran memicu lonjakan kekhawatiran soal stabilitas pasokan minyak global.

Iran merespons dengan ancaman menutup Selat Hormuz, jalur vital bagi 20% distribusi minyak dunia.

Aksi tersebut menciptakan volatilitas ekstrem di pasar berjangka minyak dan memicu gelombang aksi jual oleh investor institusional.

Dampak Strategis Penutupan Selat Hormuz

Penutupan Selat Hormuz berisiko menghentikan jutaan barel pasokan harian minyak mentah ke pasar Asia dan Eropa.

Bank investasi global telah mengeluarkan proyeksi skenario terburuk jika Iran merealisasikan ancaman blokade.

Pakar energi menilai bahwa meski harga belum melonjak tajam, pasar menunjukkan tanda-tanda kekhawatiran yang terakumulasi.

Analisis Eksklusif BursaNusantara

Meski harga Brent relatif stabil, tekanan teknikal dan spekulasi geopolitik masih akan menjadi penggerak utama.

Kelemahan WTI menunjukkan preferensi pasar terhadap minyak laut dibanding minyak darat di tengah risiko logistik yang meningkat.

Kondisi ini membuka peluang trading jangka pendek namun memperbesar risiko untuk investor jangka panjang.

Perdagangan Asia pagi ini berjalan hati-hati seiring rollover kontrak Agustus yang memunculkan volatilitas tambahan.

Dengan konflik belum mereda, pelaku pasar diminta tetap waspada, karena situasi ini bisa berubah cepat dalam hitungan jam.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.